Flash News
No posts found

Wabup : “Tanganmu Harimaumu…”

Suasana orientasi jurnalistik di lantai IV Gedung Setda Rembang, Kamis siang.

Suasana orientasi jurnalistik di lantai IV Gedung Setda Rembang, Kamis siang.

Rembang – PWI Jawa Tengah sering menerima aduan oknum wartawan yang memeras kepala sekolah dan kepala desa.

Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud menjelaskan hal itu, di sela – sela pembukaan kegiatan Orientasi Jurnalistik, di lantai IV Gedung Setda Kab. Rembang, Kamis siang (02 Maret 2017).

Menurut Amir, tiap kali muncul keluhan tersebut, dirinya selalu menyarankan kalau memang tidak memiliki kesalahan dalam pengelolaan anggaran, mestinya kepala sekolah maupun kepala desa tak perlu takut menghadapi wartawan. Manakala sampai terjadi pemerasan, ranahnya sudah pelanggaran pidana dan bisa diteruskan ke jalur hukum. Apalagi pemerasan merupakan tindakan yang menabrak kode etik jurnalistik. Maka forum orientasi jurnalistik diharapkan bisa menjadi pintu masuk, untuk mewujudkan wartawan berkompeten.

Selain masalah kompetensi, belakangan ini syarat media berbadan hukum juga menjadi syarat pokok. Dirinya sempat mengusulkan, bagaimana agar kriteria berbadan hukum ada pemutihan. Menurutnya, terkadang wartawan mempunyai rekam jejak bagus dan berkompeten. Tapi tidak bisa masuk dalam organisasi kewartawanan seperti PWI, gara – gara medianya belum berbadan hukum.

Lebih lanjut Amir menyoroti maraknya berita bohong atau hoax. Masyarakat tentu dirugikan, lantaran tidak memperoleh informasi secara benar. Wartawan yang kompeten tidak mungkin membuat berita hoax. Justru bisa berada di garis terdepan, untuk terus mengkampanyekan anti berita hoax.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengarahkan supaya dinas/instansi memberikan informasi yang dibutuhkan oleh wartawan. Tapi tidak semua data harus diketahui wartawan. Bayu kemudian mengeluhkan ada wartawan yang tidak bisa menjadi teman baik. Saat awal menjabat Wabup sempat kaget, tapi sekarang sudah mulai terbiasa. Ia mencontohkan berita belum dikonfirmasi berimbang, sudah langsung diterbitkan. Meski demikian Pemkab tetap butuh saran dan masukan, dalam menjalankan program pembangunan.

Bayu berharap perkembangan tekhnologi bisa dimanfaatkan dengan cerdas. Kalau dulu muncul pepatah “Mulutmu Harimaumu”, kini tepat diibaratkan “Tanganmu Harimaumu”. Mengingat pesatnya media sosial yang rawan berimplikasi terhadap jeratan hukum, jika warga tidak berhati – hati. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *