Flash News
No posts found

Buah Ini Banyak Diincar Kaum Wanita, Berawal Dari Cerita Turun Temurun

Tanaman Parijoto yang dikembangkan pasangan Prima dan Shofi. (gambar atas) pembeli menunjukkan buah Parijoto.

Tanaman Parijoto yang dikembangkan pasangan Prima dan Shofi. (gambar atas) pembeli menunjukkan buah Parijoto.

Pancur – Anda tahu buah Parijoto, buah berwarna keunguan yang selama ini terkenal berasal dari kawasan Gunung Muria Kudus ?

Prima Windiastuti, seorang warga desa Pohlandak Kec. Pancur dalam beberapa bulan terakhir mulai banyak bergelut dengan Parijoto, buah yang rasanya mirip kersen atau talok, tapi campur sedikit sepet. Tak hanya menjual, wanita berusia 28 tahun ini bersama sang suami, Ahmad Shofi Husnan juga mencoba budidaya tanaman Parijoto, memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya.

Prima Windiastuti mengatakan masyarakat kerap mengaitkan riwayat cerita turun temurun, bahwa Parijoto dipercaya sebagai peninggalan Sunan Muria, berkhasiat bagi wanita yang ingin memiliki anak. Kemudian ketika hamil makan Parijoto, konon kalau anaknya laki – laki tampan dan jika perempuan berwajah cantik. Terlepas benar atau tidak, Prima menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.

Untuk harga Parijoto, biasa dijual Rp 20 ribu per tangkai. Sedangkan tanaman dalam polybag, antara Rp 75 – 125 ribu, tergantung tinggi rendahnya. Tanaman yang sudah agak besar di dalam pot juga ada, namun harganya lebih mahal.

Prima menambahkan pengembangan tanaman Parijoto di Kab. Rembang terkendala oleh cuaca panas. Bagaimanapun tanaman tersebut lebih cocok di daerah dingin khas pegunungan.
Di desanya Pohlandak, tanaman tetap bisa berbuah, namun ukurannya agak kecil. Berbeda dengan Parijoto asli Gunung Muria, yang buahnya relatif lebih besar. Dirinya tengah mencari cara, termasuk menjajaki tekstur tanah yang tepat, agar Parijoto Rembang kualitasnya dapat mendekati Parijoto asli Gunung Muria.

Sementara itu suami Prima Windiastuti, Ahmad Shofi Husnan menceritakan dalam seminggu rata – rata mampu menjual 30 – 40 tangkai buah Parijoto, sedangkan tanaman memang masih jarang.

Setelah banyak peminat, ia juga merasa penasaran untuk melakukan survei kecil – kecilan mengenai benar tidaknya khasiat Parijoto. Riset itu penting, agar dirinya mempunyai data testimoni konsumen, sebagai senjata memperkuat pemasaran. (MJ – 81).

2 Komentar

  1. Siti aspiyah naya

    Bisa kah minta no hp nya ibu prima windiastuti pembudidaya parijoto dari rembang.

  2. Redaksi

    085225618088, Ini nomor suaminya mbak prima, Mz Sofi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *