Flash News
No posts found

Semen Indonesia Janji Turunkan Angka Kemiskinan, Sudah Siapkan Target

Warga desa Kadiwono Kec. Bulu beristirahat disela – sela aktivitasnya di sawah. PT. Semen Indonesia menyiapkan program pemberdayaan bagi masyarakat ring 1 pabrik.

Warga desa Kadiwono Kec. Bulu beristirahat disela – sela aktivitasnya di sawah. PT. Semen Indonesia menyiapkan program pemberdayaan bagi masyarakat ring 1 pabrik.

Rembang – PT. Semen Indonesia bertekad untuk ikut memberikan andil dalam menurunkan angka kemiskinan di Kab. Rembang.

Pimpinan proyek pabrik semen PT. Semen Indonesia di Kab. Rembang, Heru Indrawijayanto menjelaskan Kab. Rembang merupakan daerah termiskin nomor 3 se Jawa Tengah. Pihaknya melalui program – program CSR, siap membantu Pemkab agar angka kemiskinan yang semula 19,5 %, kelak bisa turun menjadi 10 %. Fokusnya memang tertuju pada desa – desa di ring 1 sekitar pabrik. Kebetulan ada tambahan 1 desa di Kab. Blora yang akan ikut disasar, yakni desa Ngampel. Memang tidak terdampak langsung, tapi kebetulan posisi geografisnya berbatasan dengan area pabrik.

Heru Indra menimpali upaya menurunkan kemiskinan tersebut, bukan dengan cara warga ditarik sebagai pekerja pabrik semen. Namun ada program pemberdayaan yang akan langsung dikelola dan dinikmati masyarakat.

Ia kemudian memberikan gambaran data, ketika masa proyek pembangunan pabrik semen, dari 6.075 orang tenaga kerja, tercatat 1.230 an berasal dari Rembang dan sekitarnya. Apabila saat pabrik beroperasi, tidak hanya warga bisa bekerja, tapi juga sanggup memacu multiplier effek atau dampak ikutannya. Dari potensi 3.800 orang, targetnya 2.267 orang bisa diberdayakan. Tentu butuh waktu agak panjang, tidak bisa langsung terasa.

Sementara itu, Camat Gunem, Teguh Gunawarman mengungkapkan selama 3 tahun terakhir, PT. Semen Indonesia telah menyalurkan dana CSR Rp 42 miliar lebih. Ia berharap jika beroperasi, dana CSR akan semakin besar. Sektor yang cocok dikembangkan, seperti pertanian, perkebunan dan pengembangan hortikulturta, menyesuaikan dengan keadaan geografis wilayah maupun minat masyarakat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *