Flash News
No posts found

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Penipuan Di Arena Pameran, Dinbudpar Siap Evaluasi

Penyidik Unit II Satreskrim Polres Rembang memeriksa salah satu tersangka kasus penipuan di arena pameran.

Penyidik Unit II Satreskrim Polres Rembang memeriksa salah satu tersangka kasus penipuan di arena pameran.

Rembang – Polres Rembang akhirnya menetapkan 5 orang tersangka, dalam kasus dugaan penipuan yang terjadi di tengah kegiatan pameran Kartini Fair, di gedung Balai Kartini Rembang.

Kelima orang tersangka itu adalah Ronal Gustian (28 tahun), warga desa Gurun Panjang Kec. Bayang Kab. Pesisir Selatan, Ardi Sunardi (35 tahun) warga desa Beringin Kec. Pasar Jambi, Bagus Haryanto (30 tahun) warga desa Tegal Kec. Ciasem Kab. Subang – Jawa Barat, Ahmad Sultoni (29 tahun) warga desa Durian Payung Kec. Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung dan Qaireen Nadhira Alanna (25 tahun) warga Jl. Imam Bondjol Kec. Tanjung Karang Barat Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Ibnu Suka menuturkan pihaknya masih mendalami pengembangan kasus tersebut. Ia berjanji dalam waktu dekat akan menyampaikan lebih detail, menyangkut peran masing – masing.

Dihubungi terpisah, Seorang warga desa Meteseh Kec. Kaliori, Muhammad Maji’in menceritakan dirinya juga nyaris tertipu. Kebetulan waktu itu tengah jalan – jalan di arena pameran Kartini Fair. Ia dirayu oleh sales wanita, kemudian diberi semacam selebaran dan belakangan ternyata memperoleh undian dengan hadiah voucer Rp 500 ribu. Uang baru bisa diambil di Pati tanggal 18 April mendatang. Maji’in enggan membeli produk dulu, karena merasa curiga. Saat ingin mengambil foto selebaran maupun stand pameran dilarang penjaga stand, sehingga ia sudah bisa menyimpulkan ada yang tidak beres.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Rembang, Dwi Purwanto menanggapi pihaknya langsung mengevaluasi pelaksanaan Kartini Fair. Karena baru kali pertama, diakui memang ada beberapa kekurangan. Harapannya kedepan menjadi lebih baik. Termasuk perlu menyeleksi calon peserta yang akan menempati stand pameran. Tidak boleh asal menerima sembarangan. Dwi juga setuju kasus penipuan di ajang pameran tersebut diproses hukum, agar semuanya lebih gamblang.

Sebagaimana kami beritakan, pameran Kartini Fair menuai protes masyarakat dan puncaknya pada hari terakhir (11/04). Warga datang silih berganti mengaku ditipu oleh 2 stand pameran, karena selama menjual produk mengiming – imingi pengunjung dengan berbagai macam hadiah. Begitu dicek ke alamat bersangkutan, ternyata hadiah yang dijanjikan bohong. Akibatnya ketika malam penutupan itu, stand pameran tersebut diocar – acir oleh pengunjung yang kecewa, saat meminta uang kembali, pengelola stand menolak mengembalikan uang 100 %. Para korban penipuan kemudian melapor ke Polres Rembang. (MJ – 81).

4 Komentar

  1. Rio

    Banyak penipuan seperti itu di mall2 besar bahkan supermarket kecil pun merajalela bisnis seperti ini sudah dari dulu dan hanya buat kaya perusahaan tidak untuk karyawan nya.

  2. Yohanes

    Memang benar jaringan tersebut sudah terkoordinasi tersangka di atas pasti ada jaringa lain selain tersangka di atas dan sekarang menjamur ke kota2 besar bahkan ke daerah terpencil sekalipun

  3. Yohanes

    Kalau mau tahu jaringan mereka lihat saja teman2 facebook mereka dari tersangka di atas.

  4. Yohanes

    Itu penjualan menggunakan iming2 apabila di swalayan atau mall menjual kompor listrik atau alat kesehatan dan menggunakan voucher bisa di pastikan ada unsur merugikan pihak customer dan cenderung ke penipuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *