Flash News
No posts found

PSIR Rembang Masih Dihantui Sebuah Fenomena

Pencetak gol bagi PSIR, Yoni Ustaf Bukhori melayani foto bareng dengan suporter, seusai pertandingan melawan PSIS Semarang, Kamis sore.

Pencetak gol bagi PSIR, Yoni Ustaf Bukhori melayani foto bareng dengan suporter, seusai pertandingan melawan PSIS Semarang, Kamis sore.

Rembang – Tim PSIR Rembang kembali gagal meraih poin penuh, saat menjadi tuan rumah melawan PSIS Semarang, dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Krida, Kamis sore (11 Mei 2017).

Selama babak pertama, kedua tim melakukan jual beli serangan. Namun tidak ada satupun gol tercipta. Barulah memasuki babak kedua, tepatnya di menit 72, pemain tengah PSIR, Yoni Ustaf Bukhori sukses menceploskan gol ke gawang lawan, melalui tendangan bebas cukup cantik dari luar kotak penalti. Bola menghujam keras ke arah pojok kanan, yang dijaga Awan Setho Raharjo.

Sayangnya, tim tamu berhasil membalas ketertinggalan melalui gol pemain pengganti, Erik Dwi Ermawansyah pada menit ke 86. Erik memanfaatkan kelemahan komunikasi antara kiper dengan pemain belakang PSIR. Ia dengan mudah menyundul bola, persis di depan gawang Yogi Eko Prabowo. Selepas itu, hampir saja pemain PSIS Semarang, M. Ridwan mencetak gol. Ia sudah berhadapan dengan kiper PSIR, tapi tendangan kaki kanannya melenceng tipis. Skor 1 – 1 bertahan sampai wasit Nendi Rohaendi dari Bandung, Jawa Barat membunyikan peluit panjang.

Pelatih PSIS Semarang, Subhangkit mengatakan target awal memang menang. Meski demikian pihaknya puas bisa membawa pulang poin 1. Soal pelanggaran anak asuhnya hingga berujung gol, ia menganggap sebuah pelanggaran yang tidak perlu terjadi.

Sementara itu, pelatih fisik PSIR, David Prisma Nugraha mengapresiasi kerja keras Heru Wibowo cs. Baginya, Laskar Dampo Awang kurang beruntung saja. Mengenai gol balasan PSIS, David menilai karena kelengahan pada menit – menit terakhir, sehingga kedepan konsentrasi pemain mesti ditingkatkan.

Kapten tim PSIR, Heru Wibowo mengaku cukup kecewa, lantaran gol balasan terjadi pada menit – menit menjelang pertandingan usai. Ia tidak ingin menyalahkan satu sama lain, tinggal menjadi bahan evaluasi bersama. Heru membenarkan pasca lawatan ke Pontianak melawan Persipon, para pemain hanya memiliki waktu 3 hari untuk recovery. Faktor kelelahan juga menjadi salah satu pemicu.

Seusai menjamu PSIS Semarang, PSIR akan melakoni laga kandang lagi menghadapi Sragen United pada tanggal 21 Mei mendatang.

Sebelumnya, PSIR Rembang menang 1 – 0 saat melawan Persiba Bantul, bermain seri 1 – 1 menghadapi Persipur Purwodadi, 0 – 0 ketika dijamu Persipon Pontianak dan seakan – akan dihantui fenomena seri, PSIR ditahan imbang PSIS dengan skor 1 – 1. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *