Flash News
No posts found

Membahayakan, Suporter Dan Panpel Gelar Evaluasi

Penonton di Stadion Krida Rembang meluber, sampai naik ke rumah penduduk, saat laga PSIR menjamu PSIS Semarang, Kamis sore.

Penonton di Stadion Krida Rembang meluber, sampai naik ke rumah penduduk, saat laga PSIR menjamu PSIS Semarang, Kamis sore.

Rembang – Laga antara PSIR Rembang melawan PSIS Semarang di Stadion Krida Rembang, Kamis sore (11/05) yang berakhir dengan skor 1 – 1, menyisakan sebuah evaluasi dari kalangan suporter maupun pihak panitia pelaksana pertandingan.

Pasalnya, jumlah penonton membludak. Bahkan cukup banyak yang ditolak masuk, gara – gara tribun penonton penuh sesak. Kondisi tersebut mengakibatkan para penonton yang tidak kebagian tempat duduk, terpaksa naik ke atas pagar tribun, memanjat tower panjat tebing di depan stadion dan yang tergolong cukup ekstrem, belasan penonton nekat naik ke atap genteng rumah warga di sebelah timur stadion.

Jarwanto, seorang tokoh suporter PSIR Rembang mengungkapkan ketika melihat situasi semacam itu, pihaknya langsung menghubungi koordinator wilayah, guna mencegah suporter naik pagar dan atap rumah penduduk. Dikhawatirkan pagar roboh atau atap rumah ambrol, sehingga memakan korban jiwa. Himbauan melalui alat pengeras suara juga disampaikan. Namun karena kapasitas stadion over load, sedangkan antusias penonton ingin melihat pertandingan derby sesama tim Jawa Tengah sangat tinggi, penonton masih saja bertahan di atap rumah warga.

Jarwanto menimpali untuk program jangka panjang, Pemkab perlu memikirkan pembangunan stadion baru. Nantinya Stadion Krida hanya untuk latihan, sedangkan stadion baru difungsikan sebagai tempat pertandingan kompetisi resmi.

Ketua panitia pelaksana pertandingan, Agus Salim menyatakan saat menjamu PSIS Semarang, pihaknya mencetak 8 ribu lembar tiket. Ternyata langsung ludes terjual. Dari jumlah itu, 2.500 lembar untuk suporter tamu, Panser Biru dan Snex. Ia mengakui petugas keamanan dan penarik tiket di pintu masuk sudah menolak tambahan penonton, karena kalau tetap dipaksakan, justru memicu ketidaknyamanan. Jangan sampai penonton meluber ke pinggir lapangan. Jika terjadi, PSIR bisa kena sanksi dari PSSI. Apalagi waktu itu pertandingan disiarkan langsung oleh TV One.

Sebelumnya Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan Pemkab belum berencana membangun stadion baru, mengingat kekuatan aggaran daerah terbatas. Namun jika musim kompetisi Liga 2 ini, PSIR mampu menjadi juara dan lolos ke level Liga 1, kemungkinan wacana stadion baru akan dipikirkan agar bisa terealisasi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *