Flash News
No posts found

Dianggap Olahraga Sulit, Perlu Kesabaran Berlatih

Sejumlah siswa MA Al Anwar Sarang berlatih sepak takraw.

Sejumlah siswa MA Al Anwar Sarang berlatih sepak takraw.

Sarang – Cabang olahraga sepak takraw terus dikembangkan oleh Madrasah Aliyah Al Anwar desa Kalipang Kec. Sarang, meski peminatnya sangat sedikit. Sepak takraw dianggap cukup sulit, apabila dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya.

Seorang siswa MA Al Anwar, Zaul Gufron berpendapat yang paling susah ketika mengendalikan arah bola takraw dengan kaki. Apalagi gerakan smash, sering tendangan meleset. Ia membandingkan dengan bola volley, perkiraan 1 bulan latihan, sudah mampu menguasai. Tapi kalau sepak takraw, 3 bulan berlatih belum tentu bisa.

Sementara itu, Muhammad Muzakki, guru pembimbing sepak takraw di MA Al Anwar Sarang menuturkan peminat sepak takraw di sekolahnya tergolong sedikit. Berbeda dengan sepak bola, hampir setiap anak menyukainya.

Kebetulan sekolah berada dalam lingkup pondok pesantren, sehingga tidak bisa latihan setiap hari. Rata – rata seminggu sekali berlatih, sejumlah siswa yang ikut didorong untuk memaksimalkan. Biasanya intensitas latihan baru ditambah, terutama menjelang even Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Meski dianggap olahraga sulit, namun ketika sudah menguasai, mereka cenderung sangat menikmati. Ia sebatas menekankan keberhasilan dalam sepak takraw, yang penting senang dulu. Minat akan terasah, jika didukung bakat dan kesabaran berlatih.

Muzakki menambahkan target sekolahnya menggeluti sepak takraw, bukan sekedar ingin mengejar prestasi. Tapi lebih dari itu, untuk menggaungkan sepak takraw, agar siswa lebih mengenal dan menyelamatkan sepak takraw dari ancaman kepunahan di Kab. Rembang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *