Flash News
No posts found

Tak Mau Mengajukan Banding, Pembunuh Nahkoda Khawatir Dihukum Mati

Kunci inggris ini ibarat saksi bisu, yang membuat Sariyono harus menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Kunci inggris ini ibarat saksi bisu, yang membuat Sariyono harus menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Rembang – Setelah menerima vonis 20 tahun penjara, Sariyono (38 tahun), warga desa Gunem Kec. Gunem yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap rekannya sendiri, tidak mengajukan banding.

Hal itu diungkapkan Setyo Langgeng, penasehat hukum terdakwa kepada Reporter R2B, Senin (15 Mei 2017).

Ia membeberkan pada sidang di Pengadilan Negeri Rembang, jaksa menuntut hukuman selama 15 tahun. Tapi vonis majelis hakim lebih berat, yakni 20 tahun penjara. Setelah pembacaan vonis, terdakwa sebenarnya memiliki waktu 7 hari untuk mengajukan banding.

Keluarga terdakwa sudah menemui Sariyono ke dalam Rutan Rembang. Ia sendiri juga sempat berdialog dengan yang bersangkutan. Pada intinya Sariyono menerima hukuman 20 tahun. Kalau mengajukan banding, justru muncul kekhawatiran kelak akan dihukum mati.

Setyo mengakui vonis 20 tahun penjara di wilayah Kab. Rembang tergolong sangat jarang. Namun ia menilai sudah menjadi ranah majelis hakim untuk memutuskan.

Yang jelas, raut wajah Sariyono saat berbincang – bincang dengannya, tampak biasa saja. Tak terlihat beban berat, apalagi sampai menangis. Sariyono bahkan sempat mengucapkan terima kasih kepadanya, sudah didampingi selama persidangan berlangsung.

Sariyono profesinya nelayan, tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) Arjuna Sakti. Ketika kapal berada di perairan sekitar Masalembo Kab. Sumenep Madura, Jawa Timur, 14 Desember 2016 lalu, Sariyono tega menghabisi nyawa nahkoda kapal, Supri Marsono (44 tahun), warga desa Tireman Rembang. Tersangka memukul kepala korban dari belakang dengan menggunakan kunci inggris, hingga terluka parah. Diduga tersangka menaruh dendam, karena pernah diingatkan oleh korban, ketika kapal mereka tertangkap aparat, sebelum kejadian naas itu. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *