Flash News
No posts found

Tetap Kecewa Meski Dapat Beras Pengganti, Desa Beberkan Alasannya

Beras pengganti yang diterima warga desa Sumbergirang, dianggap sama buruknya.

Beras pengganti yang diterima warga desa Sumbergirang, dianggap sama buruknya.

Lasem – Pihak desa Sumbergirang Kec. Lasem merasa kecewa, karena beras Raskin pengganti dari Depot Logistik (Dolog) Rembang, ternyata sama – sama jeleknya.

Semula droping Raskin atau kini disebut beras sejahtera (Rastra) mencapai ratusan sak. Kemudian sudah terlanjur dibagikan kepada warga sebanyak 18 sak. Sedangkan sisa beras yang kualitasnya buruk diganti. Namun setelah dicermati, lagi – lagi beras dianggap tidak jauh lebih baik, dibandingkan beras sebelumnya.

Ali Masyhudi, Kasi Kesra desa Sumbergirang Kec. Lasem, Senin (15 Mei 2017) mengaku tidak hafal berapa jumlah beras yang diganti oleh Dolog. Hanya saja ketika beberapa sak dibuka, beras pengganti masih sama berwarna kekuning – kuningan dan banyak yang hancur. Ia meragukan beras itu masuk kategori medium. Karena masyarakat sudah menunggu, akhirnya beras tetap dibagikan, Senin pagi. Kalau dikembalikan lagi ke gudang Dolog, pihak desa tak mau terlalu repot mengurusi. Apalagi prosedurnya mesti lapor kecamatan dulu.

Dirinya membandingkan dengan kejadian tahun 2016 lalu, ketika memperoleh Raskin buruk. Barang difoto dan dilaporkan kepada petugas Dolog, tak berselang lama menerima beras pengganti yang kualitasnya lebih bagus.

Ali Masyudi menambahkan banyak penerima Raskin memilih menjual lagi berasnya ke toko – toko. Dengan harga tebus Rp 1.600, kemudian dijual seharga Rp 4 ribu per kilo gram. Kalau ingin ditukar beras yang kualitas lebih bagus, mereka masih harus mengeluarkan ongkos tambahan, mengingat harga beras antara Rp 8 – 9 ribu per kilo gram.

Sementara itu anggota Komisi A DPRD Rembang, Gatot Paeran menyatakan agak khawatir beras yang dijual pedagang akhirnya kembali ke gudang Dolog, setelah itu disalurkan lagi ke warga. Meski besaran prosentasenya tidak terdeteksi, bisa saja memungkinkan terjadi.

Politisi Partai Golkar ini menduga kasus serupa tidak hanya menimpa desa Sumbergirang, kemungkinan desa – desa lain juga menghadapi kejadian semacam itu, tapi enggan ribet mengajukan penggantian.

Gatot menyarankan Dolog jangan terlalu lama menyimpan beras, guna menghindari ancaman penurunan kualitas. Selain itu, ia setuju apabila pemerintah mengkaji penyaluran Raskin atau Rastra. Kalau bisa, subsidi yang digelontorkan pemerintah dapat dialihkan program lain yang lebih tepat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *