Flash News
No posts found

Lihat Pistol Dikeluarkan, Truk Pembawa Kayu Seruduk Mobil Polisi

Dua orang pria diamankan polisi, dalam kasus penyelundupan kayu ilegal. (gambar atas) Kaur Binops Satreskrim Polres Rembang, Iptu Moch. Edi Sismanto menunjukkan barang bukti.

Dua orang pria diamankan polisi, dalam kasus penyelundupan kayu ilegal. (gambar atas) Kaur Binops Satreskrim Polres Rembang, Iptu Moch. Edi Sismanto menunjukkan barang bukti.

Sumber – Sebuah truk bermuatan kayu ilegal nekat menabrak mobil tim Buser Polres Rembang, saat dihadang di Jl. raya Landoh – Sumber, tepatnya turut tanah desa Jadi Kec. Sumber, Selasa (16/05) sekira pukul 00.30 dini hari. Diduga sopir truk panik, begitu melihat aparat kepolisian mengeluarkan pistol. Dua orang pria akhirnya diamankan, untuk proses lebih lanjut.

Pada awalnya, truk bernomor polisi K 1336 ME dikemudikan Agung Margono (27 tahun), warga desa Patalan Kec. Blora Kab. Blora. Agung didampingi Galang Marantika Perdana (21 tahun), warga desa Ledok Kec. Sambong, Blora.

Truk membawa 8 batang gelondongan kayu jati, rata – rata panjangnya 4 meter, tanpa dilengkapi dokumen sah. Dilihat dari kualitasnya, merupakan kayu jati super, hasil tebangan dari dalam hutan. Menurut pengakuan terperiksa, kayu milik Budi, warga Jiken Kab. Blora, akan dikirim kepada pemesan di daerah Ronggo, Kec. Jaken – Pati.

Petugas kepolisian yang menerima informasi, langsung melakukan penyisiran. Truk akhirnya dihadang di sekitar desa Jadi Kec. Sumber. Diberikan tembakan peringatan, sopir truk bukannya berhenti. Justru truk terus melaju dan menabrak mobil tim Buser Polres Rembang. Akibatnya, mobil rusak dan seorang anggota polisi mengalami luka ringan.

Lantaran semakin panik, truk terguling. Dua orang dari dalam truk memilih kabur ke dalam perkampungan penduduk. Tapi tak berselang lama berhasil diamankan polisi. Sopir truk, Agung Margono menderita luka parah pada bagian kepala, akibat benturan saat truk kecelakaan.

Sampai dengan Selasa sore (16 Mei 2017) tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Rembang. Agung mengaku dibayar Rp 5 jutaan, untuk mengirim kayu tersebut. Ia berdalih baru kali pertama ini menyetor kayu. Berapa kubik dan berapa nilai kayunya, Agung tidak tahu menahu. Ketika ditanya peran Galang Marantika, dirinya menyebut sebagai sopir cadangan.

Sementara itu, Kaur Binops Satreskrim Polres Rembang, Iptu Moch. Edi Sismanto menjelaskan penyidik mengorek keterangan dari Agung dan Galang, guna mengetahui jaringan kayu gelap. Ia menduga jalur Landoh – Sumber sering dijadikan perlintasan kayu curian antar daerah. Selain karena kondisi jalan sudah mulai bagus, ruas jalan itu juga sepi pada malam hari.

Iptu Moch. Edi Sismanto menambahkan barang bukti truk dan muatan 8 gelondong kayu jati sudah diamankan sebagai barang bukti. Tersangka nantinya dijerat Undang – Undang No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Kerusakan Hutan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *