Flash News
No posts found

Gunakan Perahu Karet Baru, Langsung Tangkap 3 Nelayan

Tiga perahu nelayan diamankan. (gambar atas) jaring cothok disita petugas Satpol Air Polres Rembang.

Tiga perahu nelayan diamankan. (gambar atas) jaring cothok disita petugas Satpol Air Polres Rembang.

Rembang – Petugas Satpol Air Polres Rembang, Rabu siang (17/05) mengamankan 3 orang nelayan pengguna jaring cothok, salah satu alat tangkap yang dilarang pemerintah. Ketiganya diamankan pada jarak 1 mil sebelah utara desa Gegunung Wetan, Rembang.

Komandan Satpol Air Polres Rembang, Iptu Sukamto menjelaskan pihaknya kebetulan berpatroli menggunakan perahu karet baru. Sesampainya di perairan Gegunung Wetan, memergoki nelayan menebar jaring cothok. Mereka buru – buru kabur. Tapi akhirnya berhasil diamankan. Jaring cothok beserta perahu turut dibawa sebagai barang bukti. Petugas memang mengintensifkan patroli semacam ini, guna mengurangi alat tangkap terlarang. Jika dibiarkan, kondisi tersebut rawan memicu konflik sesama nelayan yang diselimuti pro dan kontra.

Iptu Sukamto menambahkan 3 nelayan yang diamankan, masing – masing 1 orang dari desa Gegunung Wetan Kec. Rembang Kota dan 2 orang warga desa Tasikharjo Kec. Kaliori. Setelah menjalani pemeriksaan, nelayan diminta menandatangani surat pernyataan. Intinya, berjanji tidak akan mengulangi memakai jaring cothok. Jika kelak tertangkap lagi, maka siap diproses hukum.

Sementara 3 perahu, sampai Kamis sore (18 Mei 2017) masih diamankan di alur sungai Karanggeneng. Nantinya pemerintah desa asal 3 nelayan, didorong menyerahkan jaring cothok milik nelayan lain kepada aparat. Setelah itu, perahu baru dilepas, sekaligus sebagai wujud pembinaan masyarakat pesisir untuk mengoperasikan jaring ramah lingkungan.

Selama ini, nelayan nekat menggunakan jaring cothok, karena hasilnya lebih banyak, dibandingkan jaring pada umumnya.

Namun efek dari jaring tersebut, ikan dan rajungan ukuran kecil – kecil ikut tertangkap, sehingga membahayakan ekosistem laut kedepan. Juwadi, salah satu nelayan pemakai jaring cothok berharap pemerintah melalui Dinas Kelautan Dan Perikanan mencarikan solusi, supaya nelayan tetap memiliki penghasilan yang layak, tanpa merusak lingkungan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *