Flash News
No posts found

Sumber Air Zakinah Sale Diukur Ulang, KPH Kebonharjo Beberkan Angkanya

Suasana pengukuran debet air di alur sungai Zakinah Sale. (gambar atas) sejumlah pihak sepakat menolak penyesatan informasi, terkaikt penurunan debet air.

Suasana pengukuran debet air di alur sungai Zakinah Sale. (gambar atas) sejumlah pihak sepakat menolak penyesatan informasi, terkait penurunan debet air.

Sale – Sumber air di sungai Zakinah kawasan Sumber Semen Sale dipastikan aman dan tidak terdampak oleh aktivitas penambangan. Sumber tersebut merupakan andalan bagi sektor pertanian di Kec. Sale dan pemasok utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kab. Rembang.

Temuan itu setelah belasan pegiat lingkungan bersama dengan pegawai KPH Kebonharjo serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang melakukan pengukuran debet air di Sungai Zakinah desa Gading Kec. Sale, Rabu siang (17/05/2017).

Seorang pegawai KPH Kebonharjo, Tafip menjelaskan untuk mengetahui besaran debet air, pihaknya bisa melihat dari alat mistar khusus. Tapi agar lebih meyakinkan, diterapkan pula penghitungan secara manual. Terlebih dahulu diukur lebar dan kedalaman air sungai yang keluar dari pusat sumber. Selain memakai meteran, petugas juga menggunakan media bola pimpong sebagai tanda, untuk memudahkan pengamatan batas air.

Setelah dihitung, debetnya mencapai 1.300 liter per detik. Ia menganggap angka tersebut stabil, bahkan cenderung meningkat. Kalau ada pihak – pihak lain memunculkan angka debet air merosot di bawah 1.300 liter per detik, Tafip sambil didampingi Mujianto, pegawai KPH Kebonharjo lainnya, menduga pengukuran berada di titik berbeda yang kebetulan sudah dibendung airnya.

Sementara itu, seorang pegiat lingkungan dari SMA N I Sale, Agus Supriyanto menyatakan sering kali sebagian masyarakat khawatir debet air sumber sewu sekitar Sumber Semen Sale menurun. Apalagi setelah PT. Semen Indonesia berencana menambang bahan baku pembuatan semen, isyu penurunan debet air semakin gencar disuarakan kelompok penolak. Padahal kenyataannya debet air masih stabil, sekaligus menjawab keragu – raguan warga. Ia berharap tak ada lagi informasi menyesatkan yang membodohi masyarakat.

Usai pengukuran debet air, pegiat lingkungan juga mengecek area tambang batu kapur. Jaraknya lumayan jauh, mencapai hampir 3 kilo meter dari titik sumber air. Monumen KPH Kebonharjo sebagai pengelola terbaik hutan tropis, turut disambangi. Mereka kemudian membentangkan tulisan Save Rembang, Tolak Penyesat Informasi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *