Flash News
No posts found

Ada 1 Kecamatan Tak Ikut Asuransi Padi, Mana Yang terluas ?

Bupati rembang, Abdul Hafidz mencermati polis asuransi usaha tani padi sebelum diserahkan kepada petani.

Bupati rembang, Abdul Hafidz mencermati polis asuransi usaha tani padi sebelum diserahkan kepada petani.

Rembang – Se kabupaten Rembang, hanya lahan pertanian di Kec. Sedan yang belum mengikuti program asuransi usaha tani padi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kab. Rembang, Suratmin. Menurutnya, lahan pertanian paling luas yang diasuransikan berada di Kec. Sale, yakni mencapai 285 hektar. Untuk kecamatan lain, Sulang 19 hektar, Kec. Rembang Kota 52 hektar, Kec. Bulu 115 hektar, Kec. Sumber 75 hektar, Kec. Kaliori 123 hektar, Kec. Kragan 133 hektar, Kec. Sarang 42 hektar, Kec. Gunem 98,85 hektar, Kec. Lasem 56 hektar, Kec. Pamotan 30 hektar, Kec. Sluke 66 hektar dan Kec. Pancur 10 hektar.

Suratmin menimpali memang ada subsidi dari pemerintah dengan target luasan lahan 1.000 hektar. Hanya saja kecamatan Sedan perlu didorong, siapa tahu masih ada peluang subsidi. Kalaupun tidak, menggunakan mekanisme lain. Yang jelas preminya Rp 180 ribu, dalam sekali masa tanam. Bagi asuransi usaha tani padi bersubsidi, petani hanya membayar Rp 36 ribu.

Sementara itu pelaksana asuransi usaha tani padi dari PT. Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) menyampaikan selama tahun 2016, membayar klaim Rp 1 miliar se eks Karesidenan Pati. Rata – rata karena gagal panen akibat bencana banjir dan serangan tikus.

Aldo Aldustur, petugas dari PT. Jasindo mengungkapkan saat melakukan survei gagal panen, hanya untuk lahan peserta yang terdaftar saja. Akibatnya, banyak petani lain sama – sama mengalami gagal panen, tetapi tidak mendapatkan ganti rugi merasa iri. Kondisi ini merupakan tantangan bagi PT. Jasindo untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Aldo berharap petani jangan mengandalkan pencairan ganti rugi, karena nilai maksimalnya hanya Rp 6 juta per hektar. Lebih baik petani bisa menikmati panen padi. Apalagi modal tanam setiap hektar, butuh biaya sampai Rp 9 juta. Ibaratnya, sama ikut asuransi kesehatan. Peserta membayar premi, tapi tidak mengharapkan sakit. Anggap saja asuransi usaha tani padi ini sebagai jembatan antar petani saling membantu satu sama lain.

Aldo menimpali sebuah lahan dianggap gagal panen, apabila sudah terbit surat keterangan dari petugas pengendali organisme pengganggu tanaman. Besar kecilnya uang ganti rugi, mengacu luas tanaman yang gagal panen. Ia memastikan begitu berkas masuk, pencairan dana akan diurus secepatnya. (Mj – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *