Flash News
No posts found

Ancam Demo Besar – Besaran, Minta Dilegalkan

Sejumlah warga merakit jaring cantrang di sekitar pelabuhan Tasikagung Rembang.

Sejumlah warga merakit jaring cantrang di sekitar pelabuhan Tasikagung Rembang.

Rembang – Front Nelayan Bersatu mengancam akan kembali menggelar demo besar – besaran, jika Kementrian Kelautan Dan Perikanan tetap ngotot melarang operasional jaring cantrang, setelah akhir tahun 2017.

Heri, anggota Front Nelayan Bersatu menganggap masih ada perbedaan pendapat yang belum terjawab sampai sekarang. Pihaknya bersikukuh jaring cantrang tidak merusak ekosistem laut, sedangkan Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menilai cantrang mengancam sumber daya kelautan.

Perwakilan nelayan kapal cantrang asal Juwana, Pati ini menceritakan dirinya bersama sejumlah nelayan pernah bertemu dengan Presiden, Joko Widodo, bulan April 2015 lalu di Istana Negara. Ketika rapat membahas pro kontra jaring cantrang, kebetulan Susi Pudjiastuti juga hadir. Karena terjadi perdebatan sengit, Jokowi meminta Susi keluar ruangan dulu, khawatir pertemuan semakin memanas.

Presiden sempat menjanjikan ada keputusan, tapi sayangnya sampai saat ini nasib nelayan cantrang seperti digantung. Berulang kali hanya diberi masa perpanjangan waktu operasional cantrang, itupun dibatasi area tangkapannya. Kini semboyan nelayan tinggal 2, mati atau mukti. Maka ia menuntut cantrang dilegalkan.

Tokoh nelayan desa Tasikagung Rembang, Suyono menyatakan jaring cantrang banyak menghidupkan masyarakat di darat. Jangan terus – terusan dituding mematikan sumber daya di laut.

Ia mencontohkan banyak pengangguran terserap. Efek ikutannya juga sangat banyak, sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi. Suyono tetap menginginkan pemerintah memikirkan bagaimana masa depan nelayan cantrang, demi menghidupi keluarga.

Meski sudah berjuang 2,5 tahun lebih, namun perwakilan nelayan cantrang belum menyerah. Mereka terus melakukan lobi – lobi dengan berbagai instansi, termasuk Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta.

Dalam beberapa kali kesempatan, Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta jangan menghabiskan energi, untuk berdebat soal pro kontra jaring nelayan. Lebih baik tenaga digunakan menjaga potensi laut, sekaligus mencarikan solusi terbaik agar nelayan bisa lebih berdaya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *