Flash News
No posts found

Petani Tembakau Sempat Pontang – Panting, Keluarkan Biaya Tambahan

Petani di desa Randuagung kecamatan Sumber menanam ulang tembakau.

Petani di desa Randuagung kecamatan Sumber menanam ulang tembakau.

Sumber – Banyak petani tembakau sejumlah kecamatan di kabupaten Rembang, yang terpaksa melakukan tanam ulang, gara – gara beberapa kali turun hujan mendadak.

Koordinator petani tembakau di kecamatan Sumber, Marzuki, Selasa siang (20 Juni 2017) menjelaskan begitu kena hujan, bibit tembakau yang terlanjur sudah ditanam mati. Mereka sempat pontang – panting mencari bibit pengganti untuk tanam ulang. Satu bedengan ukuran 1 x 25 meter isi 10 ribu batang, harganya berkisar antara Rp 1 – 1,5 juta. Biasanya untuk mendapatkan bibit, petani saling berkomunikasi dengan sesama petani lain, bahkan sampai luar kecamatan pun ditempuh. Yang penting dapat melakukan penanaman kembali.

Marzuki menambahkan tanam ulang di daerahnya berlangsung, dari desa Randuagung, Jadi hingga desa Logung. Harapannya, cuaca tahun ini bisa mendukung untuk penanaman tembakau. Sempat ada ramalan dari Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) bahwa bulan September – Oktober mendatang, mulai turun hujan bersifat sporadis. Maka petani tembakau perlu persiapan sejak sekarang, dengan meninggikan gulutan dan memperdalam saluran air yang mengitari lahan. Manakala turun hujan mendadak, air dapat mengalir lancar, untuk menekan potensi kerusakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan kabupaten Rembang, Suratmin menyatakan tahun 2017 luas lahan tembakau di kabupaten Rembang mencapai 3.500 hektar. Kalau faktor cuaca, belakangan memang sempat mengkhawatirkan petani. Meski demikian usia tanaman yang rata – rata sudah mencapai 1 bulan, diperkirakan masih sanggup mengejar waktu mendekati musim penghujan tiba. Pasalnya, perhitungan sejak penanaman sampai panen, tembakau butuh waktu 90 hari. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *