Flash News
No posts found

Demo Nelayan Dan Pilpres 2019 Bagi Jokowi

Massa nelayan Rembang berada di dalam bus, Senin siang. Mereka berangkat ke Jakarta untuk berdemo.

Massa nelayan Rembang berada di dalam bus, Senin siang. Mereka berangkat ke Jakarta untuk berdemo.

Rembang – Nelayan kapal cantrang di kabupaten Rembang mengancam tidak mau mendukung Presiden Joko Widodo lagi, apabila pemerintah benar – benar tetap memberlakukan larangan jaring cantrang.

Suyoto, Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit mengatakan hal itu, Senin siang (10 Juli 2017) di sela – sela perjalanan menuju Jakarta, untuk berdemo. Menurut pria warga desa Tasikagung, Rembang ini, banyak suara dari arus bawah yang menyoroti kebijakan terhadap nelayan selama era kepemimpinan Joko Widodo. Dulu ketika Pemilu Presiden tahun 2014, mayoritas nelayan Tasikagung dan sekitarnya memilih Joko Widodo. Begitu jaring cantrang dilarang, dukungan ke Jokowi pasti akan berkurang pada Pemilu Presiden tahun 2019 mendatang. Sebaliknya, jika aspirasi nelayan cantrang dipenuhi, kalangan nelayan umumnya tetap mendukung Jokowi, apabila yang bersangkutan kembali maju mencalonkan diri.

Suyoto menambahkan aksi demo ke Jakarta ini tidak hanya diikuti nelayan kabupaten Rembang. Tetapi nelayan se Indonesia akan bergabung menjadi satu. Lokasi utama yang dituju untuk demo, yakni di depan Istana Negara Jakarta. Ia merasa hak hidup nelayan sudah dirampas melalui Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan. Dalam demo, mereka mendesak pencabutan larangan jaring cantrang. Kedepan setiap membuat peraturan, mestinya bisa dibahas dulu bersama dengan kalangan nelayan terkait. Menurutnya, keputusan menteri Susi Pudjiastuti sepihak.

Terkait waktu demo di depan istana, nelayan Rembang akan menyesuaikan dengan izin dari aparat kepolisian setempat. Sejak berangkat dari Rembang, informasi yang mereka terima masih simpang siur, antara hari Rabu atau Kamis mendatang. Mengingat massa nelayan Juana, Pati baru berangkat ke Jakarta, hari Rabu.

Dalam sejumlah kesempatan, menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan aturan yang dibuat, demi menjaga sumber daya kelautan. Tidak hanya untuk sekarang saja, tetapi kelangsungan jangka panjang. Kelak manfaatnya juga akan dirasakan oleh nelayan sendiri. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *