Flash News
No posts found

Soal Gol Rudi Santoso, Begini Komentar Pelatih Persis & PSIR

Suasana Jl. Pemuda Rembang, depan Stadion Krida. (gambar atas) Pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento (kanan) berbincang dengan pengawas pertandingan.

Suasana Jl. Pemuda Rembang, depan Stadion Krida. (gambar atas) Pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento (kanan) berbincang dengan pengawas pertandingan.

Rembang – Pelatih PSIR Rembang dan pelatih Persis Solo beda pendapat, terkait gol yang dicetak striker PSIR Rembang, Rudi Santoso pada menit ke 48.

Pelatih Persis Solo, Widiyantoro menuding gol tersebut tidak sah, karena pemain PSIR sudah dalam posisi offside. Menurutnya, keputusan wasit yang tidak tegas menjadi biang pemicu kericuhan. Ia mendesak pertandingan lanjutan diadakan di tempat yang netral tanpa penonton. Selain itu, seluruh perangkat pertandingan harus diganti.

Berbeda dengan pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento. Menurutnya, gol yang dicetak Rudi Santoso sah. Ia meminta untuk mengamati rekaman video pertandingan, karena ada satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Mulai dari tendangan bebas, kemudian bola disundul pemain PSIR dan bola mengarah ke kaki Rudi Santoso. Setelah itu Rudi langsung berhadapan dengan kiper Persis Solo, Agung Prasetya dan sukses mencetak gol. Baginya, peralihan bola sundulan kepala hingga jatuh ke kaki Rudi, tidak termasuk kategori offside.

Meski demikian pihaknya menunggu keputusan PSSI seperti apa. Kalau memang digelar pertandingan lanjutan, yang penting tidak merugikan timnya. Hadi Surento berharap jangan mengkambinghitamkan wasit sebagai pemicu kerusuhan. Tapi didominasi pengaruh dari luar lapangan.

Ketua panitia pelaksana pertandingan, Agus Salim menuturkan usai kisruh, pada awalnya pertandingan akan dilanjutkan. Namun Persis Solo menolak, karena alasan keamanan. Pengawas pertandingan membuat berita acara untuk dilaporkan kepada PSSI. Apakah pertandingan lanjutan tetap di stadion Krida atau dipindah, pihaknya akan menunggu informasi lebih lanjut.

Agus Salim menimpali setelah kejadian ini, panitia siap menggelar evaluasi menyeluruh. Mana saja sisi kekurangan, akan diperbaiki pada pertandingan berikutnya. Termasuk ketiadaan barikade aparat di tribun penonton, untuk menyekat suporter 2 tim.

Sebelumnya, pertandingan antara PSIR Rembang dan Persis Solo, di Stadion Krida Rembang, Minggu sore (16/07) dihentikan wasit pada menit ke 50, lantaran kericuhan antar penonton yang mulai terjadi di tribun sisi timur. Saat itu, tuan rumah PSIR unggul 1 – 0. Laga berlangsung sengit, karena sebelumnya antara tim PSIR Rembang maupun Persis Solo sama – sama belum pernah kalah, selama mengarungi kompetisi Liga 2 ini. Persis Solo sebagai pemuncak klasemen sementara ingin tetap mempertahankan posisinya. Begitu pula PSIR, menargetkan poin penuh di depan publik sendiri, untuk menempel ketat Persis, sekaligus ingin memperpanjang rekor belum pernah kalah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *