Flash News
No posts found

Anarkhis Suporter : Dari Mobil Hingga Kaca Mushola Dirusak, Tersangka ?

Mobil milik pengguna jalan yang melintas di wilayah Sulang, dirusak oleh suporter Persis Solo.

Mobil milik pengguna jalan yang melintas di wilayah Sulang, dirusak oleh suporter Persis Solo. (gambar atas) kaca mushola juga ikut rusak.

Sulang – Pihak Polsek Sulang mengaku kesulitan mengamankan tersangka pelaku dari oknum suporter Persis Solo yang diduga melakukan sejumlah pengrusakan, saat perjalanan pulang, seusai menonton pertandingan sepak bola antara PSIR Rembang melawan Persis Solo di Stadion Krida, Minggu petang.

Kapolsek Sulang, AKP Haryanto, Senin pagi (17 Juli 2017) menjelaskan aparat kepolisian fokus mengawal agar suporter Persis segera meninggalkan kecamatan Sulang, menuju kecamatan Bulu dan keluar wilayah kabupaten Rembang. Apalagi saat itu jumlah suporter sangat banyak. Begitu ada yang turun kendaraan, secara spontan langsung merusak, setelah itu buru – buru masuk ke dalam bus, berbaur dengan suporter lain, sehingga tidak jelas identitas tersangka pelaku. Lagipula kalau polisi tetap mengamankan tersangka pelaku, dikhawatirkan rawan terjadi bentrok lebih besar dengan warga sekitar di sepanjang perjalanan. Mengingat masyarakat juga sudah siap melawan. Pihaknya mempertimbangkan dampak buruk yang ditimbulkan.

Anggotanya sebatas menghalau suporter lekas naik kendaraan lagi. Selain itu juga meminta warga jangan tersulut emosi dan menjauhi ruas Jl. Rembang – Blora.

AKP Haryanto menambahkan berdasarkan hasil pendataan, oknum suporter Persis Solo melakukan aksi anarkhis 3 kali saat melintas di wilayah hukum Polsek Sulang. Diantaranya merusak mobil Honda Brio milik Suwandi (64 tahun) warga desa Sonorejo, Blora. Mobil yang kebetulan lewat di Jl. Rembang – Blora itu dirusak spion kanannya, kaca depan pecah dan bodi kabin depan penyok. Kerugian ditaksir mencapai Rp 6 jutaan.

Mereka juga memecahkan kaca depan mushola dekat cucian motor di dusun Ngaglik desa Kemadu kecamatan Sulang, dengan nilai kerugian Rp 150 ribu. Selain itu, suporter yang beringas nekat membakar motor milik Sugiyarto (18 tahun), warga desa Lambangan Wetan kecamatan Bulu. Kuli bangunan ini melintas di dusun Precet desa Kemadu kecamatan Sulang. Motor tidak sampai hangus terbakar, melainkan hanya rusak pada bagian aki, slebor depan dan tutup lampu depan pecah. Sugiyarto memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 450 ribu.

Warga kabupaten Rembang yang melihat tindakan brutal itu sebenarnya tak tinggal diam. Dalam kelompok – kelompok kecil berusaha melakukan perlawanan, membalas dengan melempar batu. Akibatnya, bus maupun beberapa mobil pribadi yang ditumpangi pendukung Persis mengalami kerusakan. Hingga Minggu malam, aparat Polres Rembang siaga mengawal rombongan suporter Persis menuju Solo, sambil berkoordinasi dengan Polres – Polres lain yang dilalui. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *