Flash News
No posts found

Bacakan Pledoi, Terdakwa Kasus Kekerasan Wartawan Sebut Menyakitkan

Suasana sidang kasus kekerasan terhadap wartawan dengan agenda pembelaan terdakwa, Senin siang (17/07).

Suasana sidang kasus kekerasan terhadap wartawan dengan agenda pembelaan terdakwa, Senin siang (17/07).

Rembang – Suryono, warga desa Grawan kecamatan Sumber, terdakwa kasus kekerasan terhadap wartawan mengaku terasa menyakitkan selama menjalani proses hukum.

Hal itu ia beberkan saat mendapatkan kesempatan pembelaan, dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Rembang, Senin siang (17 Juli 2017). Pada awalnya, penasehat hukum terdakwa, Darmawan Budiharto selama setengah jam lebih membacakan pledoi. Setelah itu, terdakwa sendiri meminta waktu untuk menyampaikan pledoi tambahan.

Menurut Suryono, proses hukum cukup panjang, berdampak terhadap isteri dan 2 anaknya yang masih balita. Suryono beralasan tidak bermaksud menghalangi kerja pers, tetapi saat 4 rekannya menjadi korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke, tanggal 18 Agustus 2016 lalu, pria berusia 30 tahun ini hanya ingin fokus mengevakuasi korban untuk segera dirujuk ke rumah sakit lain.

Ia tidak pernah menyangka akan menjalani kondisi seperti sekarang. Tapi berusaha pasrah kepada Tuhan, karena menganggap sebagai kehendak Allah SWT. Suryono kemudian memohon kepada Majelis Hakim agar dirinya dibebaskan.

Soal perampasan HP milik wartawan Radar Kudus Jawa Pos, Wisnu Aji, lagi – lagi Suryono tidak merasa merampas. HP diberikan secara suka rela oleh Wisnu. Apabila ada keterangan sejumlah saksi yang memberatkannya, Suryono menganggap hanya tuduhan saja.

Setelah pembelaan terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Antyo Herri Susetyo memutuskan untuk melanjutkan sidang hari Kamis besok (20 Juli 2017), dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum atas pembelaan terdakwa.

Usai sidang, Wakil Ketua PWI kabupaten Rembang, Sarman Wibowo menyatakan boleh – boleh saja terdakwa menyampaikan pembelaan seperti itu, karena merupakan hak yang bersangkutan. Namun fakta persidangan cukup jelas, Suryono menguasai HP wartawan selama 15 – 20 menit. Ia mempertanyakan apa maksudnya. Kalau bertujuan supaya wartawan tidak mengambil foto, sudah menghalangi kerja wartawan. Apalagi ada file – file foto hasil liputan hilang. Nantinya tinggal menunggu jawaban jaksa seperti apa.

Sarman yang juga saksi dalam kasus tersebut menambahkan tak masalah terdakwa meragukan kesaksiannya. Ia telah disumpah di bawah kitab suci Alqur’an, menurutnya Majelis Hakim bisa menilai. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *