Flash News
No posts found

Ini Dia, Perkembangan Terakhir 9 Suporter PSIR Yang Dirawat

Suporter PSIR Rembang yang menderita luka – luka, sempat dirawat di RS dr. R Soetrasno. Mereka sudah diperbolehkan pulang semua.

Suporter PSIR Rembang yang menderita luka – luka, sempat dirawat di RS dr. R Soetrasno. Mereka sudah diperbolehkan pulang semua.

Rembang – 9 orang suporter PSIR Rembang yang menjadi korban luka – luka dalam bentrok antar suporter dan sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit dr. R Soetrasno Rembang, hingga Senin pagi (17 Juli 2017), sudah diperbolehkan pulang semua.

Ke 9 suporter tersebut diantaranya M. Rubaedi warga Ngemplakrejo Pamotan, Sukir warga desa Pondokrejo kecamatan Bulu, Luqman Hasim warga desa Lemahputih kecamatan Sedan, Retno Febriyanti warga desa Ukir kecamatan Sale, Ahmad Nasirudin warga desa Cabean kecamatan Bulu, Musa Iqwa Rizka dari desa Tambakagung Kec. Kaliori, Nanda Andini warga kelurahan Leteh Rembang, Ahmad hanif dari desa Pamotan dan Nana Nurhayati warga desa Mondoteko, Rembang.

Jarwanto, tokoh suporter PSIR Rembang yang ikut mendampingi di rumah sakit menjelaskan hampir semua korban mengalami luka pada bagian kepala dan pelipis. Setelah ditangani tim medis, korban boleh rawat jalan. Hanya 1 pasien yang kondisinya agak parah, terakhir pulang mendekati pukul 21.00 Minggu malam. Soal biaya pengobatan, ditanggung sepenuhnya oleh Abdul Hafidz, selaku Ketua Umum PSIR. Menurutnya, ada beberapa orang suporter yang luka – luka, hanya minta pengobatan petugas PMI di stadion. Mereka enggan masuk rumah sakit. Ia menyebutkan banyaknya korban dari suporter tuan rumah menjadi salah satu tanda pihaknya lebih memilih bertahan, ketika diserang lemparan batu dari suporter Persis Solo.

Jarwanto menambahkan pada putaran ke II kelak, giliran pemain PSIR Rembang bertandang ke Solo. Ia menyarankan sebaiknya suporter PSIR jangan menonton dengan memakai atribut suporter, karena rawan menjadi sasaran. Kalau ingin menyaksikan pertandingan dipersilahkan. Asalkan berpakaian layaknya penonton umum dan tetap selalu waspada.

Sambil menunggu situasi mereda, pihaknya juga mesti berkomunikasi dengan pengurus Pasoepati, yang mewadahi suporter Persis Solo. Harapannya, hubungan antara suporter Rembang dengan Solo tidak semakin meruncing.

Sementara itu, kerusakan pagar tribun timur Stadion Krida Rembang yang roboh, sampai Senin siang belum diperbaiki. Hanya tampak 2 orang pekerja membersihkan tumpukan sampah dan ceceran kertas di lokasi tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang, Akhsanudin mengungkapkan perbaikan kerusakan stadion, masih dibahas oleh jajaran manajemen PSIR. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *