Flash News
No posts found

Ricuh Antar Suporter, Muncul Masalah Yang Banyak Menuai Sorotan

Aparat kepolisian tampak menghalau suporter Persis Solo di tribun timur dari dalam lapangan. Polisi sempat kesulitan masuk ke dalam tribun, Minggu sore.

Aparat kepolisian tampak menghalau suporter Persis Solo di tribun timur dari dalam lapangan. Polisi sempat kesulitan masuk ke dalam tribun, Minggu sore.

Rembang – Sejumlah penonton menyoroti sistem pengamanan dari aparat yang tidak ada barikade, untuk memisahkan suporter PSIR Rembang dengan Persis Solo, terutama di tribun timur Stadion Krida Rembang, saat laga lanjutan kompetisi Liga 2, Minggu sore (16/07).

Ketika suporter Persis Solo melakukan pelemparan batu kepada kelompok suporter PSIR Rembang, kekisruhan mudah menjalar, karena penanganan kurang cepat. Pasukan pengendali massa mayoritas berada di dalam lapangan. Mereka hanya mengacung – acungkan penthungan ke suporter Persis dari balik pagar, karena agak kesulitan untuk bisa masuk ke dalam tribun penonton. Meski belakangan beberapa personel polisi bisa menjangkau tribun, tapi kerusuhan sudah terlanjur meluas.

Seorang suporter PSIR Rembang, Muharsono mengatakan saat kejadian memang tidak ada barikade pembatas aparat. Aksi saling lempar batu pun semakin menjadi – jadi. Ia terpaksa berlindung di balik tiang beton pagar, supaya tidak terkena lemparan batu. Awalnya sempat heran, suporter ketika masuk stadion telah disweeping polisi, jangan sampai membawa batu maupun benda – benda berbahaya lainnya. Tapi kenapa lemparan batu masih saja bersliweran. Begitu ditelusuri, ternyata suporter Persis merusak pondasi berundak – undak tempat duduk penonton. Pecahan batu dari tribun tersebut, yang digunakan untuk melempar.

Suporter asal Lasem ini berharap laga melawan Persis Solo sebagai sarana evaluasi panitia pelaksana maupun aparat gabungan. Ketika suasana suporter sangat ramai dan posisinya berdampingan di satu tribun, aparat wajib siaga penuh dengan membuat barikade. Tujuannya, untuk cepat mengantisipasi apabila muncul bibit – bibit gesekan. Menurutnya, jangan sampai kecolongan lagi.

Hal senada diungkapkan suporter PSIR asal Gunem, Sunardi. Setelah muncul huru hara di tribun timur, ia melihat beberapa oknum suporter Persis Solo tampak sangat leluasa merangsek mendekati suporter tuan rumah. Ia berharap deteksi awal antisipasi lebih ditingkatkan. Kalau perlu meniru liga di Eropa. Aparat keamanan selalu posisi menghadap ke penonton, selama pertandingan.

Ketua panitia pelaksana pertandingan PSIR, Agus Salim menanggapi pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kepada aparat, untuk berjaga – jaga membatasi 2 kubu suporter. Menurutnya, anggota Brimob bisa dikerahkan ke titik itu. Entah kenapa, ketika PSIR menjamu Persis Solo, tidak ada barikade aparat. Agus yang juga Camat Rembang Kota ini sama sekali tidak bermaksud menyalahkan institusi tertentu, melainkan sebatas mengevaluasi pertandingan, demi kebaikan bersama.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa menuturkan pihaknya sudah memberlakukan pengamanan, sesuai prosedur tetap. Ia mencontohkan untuk mengerahkan pasukan Brimob maupun anjing pelacak, tidak bisa langsung sejak awal pertandingan. Ada waktu yang telah digariskan, tapi pasukan selalu stand bye. Meski demikian Pungky menimpali Polres siap mengevaluasi berbagai potensi kerawanan, agar tidak terulang lagi.

Usai kisruh antar penonton, pagar tribun sebelah timur Stadion Krida Rembang roboh. Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan pihaknya lebih dulu fokus menangani korban belasan suporter PSIR yang terluka, akibat lemparan batu. Setelah itu, baru menyikapi masalah kerusakan stadion. Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga sebagai instansi yang bertugas mengelola stadion, diperintahkan bergerak.

Sebelumnya, kericuhan antar penonton terjadi di Stadion Krida Rembang, Minggu sore. Wasit menghentikan pertandingan pada menit ke 50. Saat itu, tuan rumah PSIR Rembang unggul 1 – 0 atas tamunya Persis Solo, melalui gol Rudi Santoso. Setelah gol tersebut, diduga kubu Persis terpancing emosinya, lantaran menilai gol berbau offside. (MJ – 81).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *