Flash News
No posts found

Pekerja Terhenyak, Temuan Tengkorak & Benda Bersejarah Semakin Banyak

Uang kuno dan berbagai benda bersejarah ditemukan saat penggalian tanah di sebelah selatan Masjid Jami’ Lasem.

Uang kuno dan berbagai benda bersejarah ditemukan saat penggalian tanah di sebelah selatan Masjid Jami’ Lasem.

Lasem – Benda – benda kuno bernilai sejarah dan kerangka manusia ditemukan para pekerja yang menggali tanah, untuk perluasan Masjid Jami’ Lasem. Posisinya di sebelah selatan bangunan utama Masjid Jami’ Lasem, dengan kedalaman sekira 2 – 3 meter.

Wajib, seorang pekerja perluasan Masjid Jami’ Lasem, Selasa pagi (18 Juli 2017) mengatakan penemuan benda – benda kuno bernilai sejarah itu tidak ditemukan dalam waktu sekali. Misalnya hari ini menemukan tempayan kuno, beberapa hari kemudian mendapati guci – guci kecil, pecahan keramik China, kemudian disusul temuan uang kuno dan juga tulang tengkorak manusia.

Pria warga desa Gowak kecamatan Lasem ini mengaku kaget, kemudian langsung melapor kepada pihak ta’mir Masjid Jami’ Lasem. Belakangan jumlahnya semakin banyak, karena ternyata ada semacam terowongan di bawah tanah. Saat ini barang tersebut disimpan di Perpustakaan Masjid Jami’ Lasem.

Abdullah Hamid, pengurus perpustakaan Masjid Jami’ Lasem sekaligus pemerhati budaya Lasem menjelaskan untuk temuan tengkorak maupun tulang – tulang manusia, langsung dikubur di belakang Masjid Jami’ Lasem.

Sedangkan benda – benda lain, rencananya untuk bahan penelitian lebih lanjut. Ia sudah menghubungi petugas Balai Arkeologi Yogyakarta. Kalau mereka berada di kabupaten Rembang, harapannya bisa datang mengkaji. Kebetulan ada uang koin kuno bertuliskan VOC tahun 1752, sehingga dapat dijadikan pijakan awal penelitian.

Menurut Abdullah, jika mengacu riwayat sejarah tahun 1750 Masehi, di Lasem terjadi perang besar, terkenal dengan sebutan Perang Sabil. Pejuang pribumi di bawah kepemimpinan Imam Besar Masjid Lasem, Kyai Baidlawi dengan gigih melawan kompeni Belanda. Meski ketangguhan pasukan Kiai Baidlawi sempat merepotkan, namun akhirnya VOC Belanda berhasil menguasai Lasem dan uang Belanda dipakai sebagai sarana jual beli. Bisa jadi uang kuno tersebut, peninggalan pada masa itu. (MJ – 81).

2 Komentar

  1. Hantoro ( ARSITEK Kutoharjo Rembang )

    Mantab…Beritanya up to date…Bisa menambah wawasan dan pengetahuan….Rembang Bangkit…Salam R2B

  2. Hantoro ( ARSITEK Kutoharjo Rembang )

    Numpang Iklan….Jasa Arsitek…Hp.081225512664….Konsultasi GRATIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *