Flash News
No posts found

Sudah Taraf Internasional, Digagas Untuk Rumah Peradaban

Warga melihat benda bersejarah di Situs Plawangan, Kragan, ketika berlangsung pameran, belum lama ini.

Warga melihat benda bersejarah di Situs Plawangan, Kragan, ketika berlangsung pameran, belum lama ini.

Kragan – Muncul gagasan supaya Situs Plawangan Kec. Kragan, dikembangkan menjadi Rumah Peradaban. Situs tersebut dianggap sebagai peninggalan bersejarah tingkat internasional.

Bagyo Prasetyo, Ketua Tim Peneliti Situs Plawangan dari Pusat Peneliti Arkeologi Nasional menjelaskan sejak 2.000 tahun lalu di desa Plawangan sudah terjadi interaksi dan banyak temuan benda – benda dari negara lain, yang diperkirakan masuk melalui jalur maritim. Ia mencontohkan nekara. Di Indonesia tidak ada, tapi barang tersebut kiriman dari Dongson, Vietnam.

Jalur maritim dulu banyak dimanfaatkan oleh warga China dan India. Mereka datang ke Plawangan, kemungkinan untuk menukarkan barang kerajinannya dengan rempah – rempah. Terbukti di Plawangan ditemukan manik – manik produksi India, serta keramik China.

Bagyo menambahkan dengan adanya rumah peradaban, diharapkan fungsi Situs Plawangan akan lebih banyak, untuk pusat pembelajaran sejarah. Mengingat di area pinggir jalur Pantura desa Plawangan, pihaknya memiliki aset lahan seluas 1,5 hektar. Terdapat 3 gedung yang bisa bermanfaat sebagai ruang pembelajaran budaya dan tempat bacaan. Sementara hanya ada gambar – gambar benda temuan, tapi kelak barang – barang asli hasil temuan akan diletakkan di bangunan tersebut. Bahkan muncul ide membuat panggung terbuka, guna menunjang aktivitas kebudayaan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyambut baik rencana yang ingin dilakukan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Pemkab juga berkomitmen untuk bersama – sama mengembangkan situs bersejarah itu. Dwi merasa perlu dokumen tertulis untuk menguatkan argumentasi, saat pembahasan anggaran dengan DPRD. Ia tak ingin usulan, kembali mentah di tengah jalan.

Dwi menambahkan dinasnya ingin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga, untuk melaksanakan program rutin berupa kunjungan sejarah ke Situs Plawangan. Mulai anak – anak PAUD hingga SMA, bisa diarahkan datang kesana. Kalau memungkinkan, anggaran daerah turut memfasilitasi. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa bangga, bahwa kabupaten Rembang memiliki Situs Plawangan yang bernilai sejarah tinggi. Kenyataannya sekarang ini masih banyak pelajar di kabupaten Rembang, justru belum mengetahui. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *