Flash News
No posts found

Jelang Vonis Suryono, Wartawan Rembang Gelar Tabur Bunga

Aksi wartawan di depan Pengadilan Negeri Rembang, Kamis siang (27/07) menjelang vonis sidang kasus kekerasan wartawan.

Aksi wartawan di depan Pengadilan Negeri Rembang, Kamis siang (27/07) menjelang vonis sidang kasus kekerasan wartawan.

Rembang – Belasan wartawan di kabupaten Rembang, Kamis siang (27 /07) menggelar aksi di depan kantor Pengadilan Negeri Rembang. Mereka melakukan tabur bunga dan meletakkan berbagai macam sarana liputan. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap Majelis Hakim untuk menjatuhkan vonis kepada Suryono (30 tahun), pekerja PLTU Sluke, warga desa Grawan Kec. Sumber, Rembang, terdakwa kasus kekerasan wartawan.

Ada 2 poster yang dibentangkan, yakni Pers Tak Boleh Mati Oleh Arogansi dan Pak Ketua Hakim, Kemerdekaan Pers Di Tangan Anda. Tak berselang lama, para wartawan meletakkan seluruh ID Card maupun sarana liputan, sebagai bentuk keprihatinan. Setelah itu ditaburi bunga, merupakan simbol kematian.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Rembang, Djamal A. Garhan menyadari bahwa vonis merupakan hak dari Majelis Hakim. Pihaknya sebatas memberikan dorongan moral, agar terdakwa mendapatkan hukuman sesuai kesalahan.

“Berdasarkan fakta – fakta persidangan maupun keterangan saksi, terdakwa Suryono terbukti telah menguasai HP milik Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus Jawa Pos, saat meliput korban kecelakaan kerja PLTU Sluke di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, 18 Agustus 2016 lalu. Selain itu, terjadi intimidasi terhadap wartawan dari massa yang berulang kali meneriakkan kata – kata keroyok dan bunuh, tiap kali pekerja pers akan mengambil gambar, “ ujarnya.

Djamal menilai kasus kekerasan yang menimpa wartawan di Kab. Rembang tergolong langka, lantaran bisa berlanjut ke proses persidangan. Sementara, mayoritas kejadian serupa di daerah – daerah lain, berakhir damai. Peristiwa di kabupaten Rembang ini, menurutnya menjadi sorotan nasional, sehingga hakim harus berhati – hati saat menjatuhkan vonis.

Seorang wartawan korban kekerasan, Sarman Wibowo berharap Majelis Hakim tidak perlu ragu memvonis Suryono, minimal sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum, selama 7 bulan penjara.

“Ya setidaknya memberikan jejak positif bagi penindakan hukum di kabupaten Rembang, karena sebentar lagi ketua Majelis Hakim yang menangani kasus tersebut, Antyo Harri Susetyo akan promosi pindah tugas ke Pengadilan Negeri Purworejo, “ jelasnya.

Sarman menimpali pada sidang Kamis siang (27/07) agendanya tanggapan penasehat hukum terdakwa atas jawaban jaksa penuntut umum. Perkiraan pekan depan terdakwa sudah divonis. Rekan – rekan wartawan dari luar daerah juga siap datang ke Rembang, untuk menunjukkan rasa solidaritas.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Dharmawan Budiharto mengungkapkan kliennya membantah menghalangi kerja wartawan. Apalagi sampai menghapus file – file foto hasil liputan. Kebetulan saat kejadian itu, suasana banyak massa. Kliennya hanya ingin 4 korban kecelakaan kerja segera dirujuk ke rumah sakit lain. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *