Flash News
No posts found

Petani Durian Criwik Was – Was, Sulit Diatasi

Bunga pohon durian rentan rontok, ditengah cuaca yang tidak menentu.

Bunga pohon durian rentan rontok, ditengah cuaca yang tidak menentu.

Pancur – Curah hujan yang mendadak meningkat pada musim kemarau seperti sekarang, membuat para petani durian di desa Criwik kecamatan Pancur merasa was – was.

Purdiyanto, salah satu petani durian Criwik, hari Kamis (27 Juli 2017) menjelaskan sebelumnya bunga sangat banyak. Tetapi begitu hujan deras beberapa kali, sebagian bunga langsung rontok. Kalau hujan masih terus terjadi, dikhawatirkan efek bunga rontok ini akan semakin meluas. Akibatnya, petani mengalami gagal panen.

Purdiyanto menambahkan penurunan hasil panen mulai terasa sejak tahun 2016 lalu, dikala cuaca semakin tidak menentu. Kondisi tersebut berimbas terhadap harga durian. Pada saat pasokan durian Criwik langka, harga meroket hingga Rp 50 ribu per buah. Berbeda dibandingkan ketika stok berlimpah, harga durian rata – rata Rp 20 – 30 ribu per buah, tergantung dengan besar kecilnya. Kalau soal alam, menurutnya petani hanya bisa pasrah. Sejauh ini petani belum mempunyai solusi mengatasi. Dipacu dengan obat pun, tak akan mampu.

Sementara itu, Kepala Desa Criwik Kec. Pancur, Sukardi mengungkapkan kendala cuaca memang menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Apalagi pihak desa juga tengah merintis pembangunan agrowisata kebun durian di sebelah utara kampung. Kalau hasil panen durian menurun tajam, pasti berdampak terhadap ekonomi masyarakat setempat. Mengingat buah durian telah menjadi sumber ekonomi bagi warganya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *