Flash News
No posts found

Pendaftar Tak Kebagian Tempat, Muncul Ide Perluasan Arena Rembang Expo

Kepala Dinperindagkop Dan UMKM Kab. Rembang, Muntoha menjelaskan seputar Rembang Expo.

Kepala Dinperindagkop Dan UMKM Kab. Rembang, Muntoha menjelaskan seputar Rembang Expo.

Rembang – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UMKM Kabupaten Rembang mengakui gedung Balai Kartini kurang representatif untuk menggelar pameran Rembang Expo, namun tahun ini masih tetap dipertahankan, karena belum ada lokasi lain yang lebih layak. Menurut rencana, Rembang Expo akan kembali digelar antara hari Sabtu tanggal 29 Juli sampai dengan 05 Agustus 2017.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UMKM Kab. Rembang, Muntoha, Jum’at pagi (28 Juli 2017) membeberkan sebenarnya ada solusi untuk memperluas arena pameran Rembang Expo, dengan memberdayakan obyek wisata Taman Kartini. Caranya, menjebol tembok belakang gedung Balai Kartini sepanjang 10 meter dan dibuatkan pintu khusus yang tembus dengan pinggir laut Taman Kartini, tepatnya di depan kolam renang. Di lokasi itu ke barat, sampai masuk obyek wisata dapat dimanfaatkan sebagai lokasi stand pameran. Hanya saja usulan itu sebatas angan – angan dari instansinya. Kalau disetujui Bupati dan Wakil Bupati, baru dapat direalisasikan mulai ajang Rembang Expo tahun 2018 mendatang.

Ia enggan merancang pembangunan tempat khusus pameran, yang menyedot dana besar, seperti halnya di Yogyakarta atau semacam Pasar Pragola, Pati. Menurutnya, rawan menjadi sasaran protes dari masyarakat. Apalagi jika sampai mangkrak alias tidak terpakai. Dirinya pernah mengupload foto gedung pameran di Yogyakarta ke facebook, seraya berharap Rembang suatu ketika memiliki. Seperti itu saja, facebooknya langsung panen kecaman.

Muntoha menambahkan Rembang Expo sangat diminati oleh para peserta. Sebanyak 218 stand pameran sudah habis dipesan. Dari angka tersebut, rinciannya 120 stand digratiskan dan 98 stand disewakan, pendaftarannya melalui event organizer, dalam hal ini ditangani Maxi Communication.

Sangking ramainya peminat, lebih dari 50 calon pendaftar tidak kebagian tempat. Untuk menentukan peserta pameran yang bisa memanfaatkan lokasi pameran gratis, Dinperindagkop Dan UMKM melibatkan kecamatan, guna merekomendasikan 3 usaha kecil menengah. Cara baru tersebut, agar stand pameran tidak dimonopoli usaha tertentu saja. Melainkan bisa variatif dan merata menjangkau pelaku usaha di pelosok pedesaan.

Pejabat yang pernah menjadi Camat Sarang ini mengungkapkan Rembang Expo sudah berjalan selama 12 kali penyelenggaraan. Meski dengan alokasi anggaran pas – pasan, hampir Rp 200 juta, pihaknya ingin mengemas kegiatan tersebut sebagai ajang kreasi bagi pelaku UKM dan memamerkan produk – produk unggulan kabupaten Rembang. Tujuan akhirnya, demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *