Flash News
No posts found

Terdesak, Buruh Penggarap Garam Terpaksa Panen Dini

Buruh garap tambak di desa Purworejo Kec. Kaliori, memanen garam di lahan yang memakai terpal, senin siang (31/07).

Buruh garap tambak di desa Purworejo Kec. Kaliori, memanen garam di lahan yang memakai terpal, senin siang (31/07).

Kaliori – Sejumlah buruh garap tambak garam di kecamatan Kaliori terpaksa melakukan panen garam lebih cepat, karena tuntutan kebutuhan. Mereka yang mulai panen, rata – rata menerapkan produksi garam dengan menggunakan sistem terpal atau geo membran.

Sarmani, seorang buruh garap garam di lahan tambak desa Purworejo kecamatan Kaliori, Senin siang (31 Juli 2017) menjelaskan normalnya 15 hari pembuatan garam sudah bisa panen. Tapi buliran garam belum jadi sempurna atau biasa disebut setengah garam, langsung digaruk. Kebetulan yang punya lahan tambak memiliki usaha pengolahan ikan dan sangat membutuhkan pasokan garam.

Karena waktunya sangat mendesak, garam belum jadi pun langsung dipanen. Pertimbangan lain, khawatir turun hujan lagi. Kalau gagal panen berulang, sudah pasti rugi waktu maupun tenaga.

Ditanya mengenai wacana pemerintah yang akan mengimpor garam, pria asal Batangan, kabupaten Pati ini menyatakan tidak masalah. Asalkan, jumlahnya terukur. Kalau berlebihan, dikhawatirkan memukul harga garam lokal.

Buruh garap garam lainnya, Lasno mengungkapkan produksi garam saat ini masih serba tidak menentu, lantaran faktor cuaca. Selain jumlah, masalah waktu kedatangan garam impor termasuk sangat penting.

Kalau sekarang tiba, tentu tidak masalah untuk mengatasi kelangkaan garam di pasaran. Namun Lasno khawatir garam impor baru datang, saat cuaca bulan Agustus – September panas terik, bersamaan dengan panen raya. Akibatnya, harga garam lokal anjlok.

Lasno menambahkan kuncinya berada di tangan pemerintah. Ia berharap ada komunikasi intens antara Kementerian Kelautan Dan Perikanan dengan Kementerian Perdagangan, terkait mekanisme impor garam. Kapan mulai didatangkan, serta kapan distop, (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *