Flash News
No posts found

Polisi Sisir Gudang Penyimpanan Garam, Ada Yang Harus Diantisipasi

Kapolsek Kaliori, AKP Sukiyatno bersama anggotanya memantau gudang penyimpanan garam, Kamis (03/08).

Kapolsek Kaliori, AKP Sukiyatno bersama anggotanya memantau gudang penyimpanan garam, Kamis (03/08).

Kaliori – Polsek Kaliori mengintensifkan pantauan ke gudang, yang menjadi tempat penyimpanan garam. Upaya tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan penimbunan, mengingat garam masih langka di pasaran.

Kapolsek Kaliori, AKP Sukiyatno menjelaskan sepanjang hari Kamis (03 Agustus 2017) pihaknya menggelar penyisiran ke sejumlah gudang garam di desa Dresi Kulon, Tasikharjo dan desa Purworejo kecamatan Kaliori. Sejauh ini tidak menemukan praktek penimbunan yang bisa merugikan konsumen. Mayoritas kondisi gudang kosong, lantaran sudah lama kehabisan stok. Kalaupun ada garam, jumlahnya masih sedikit, hasil panen dari lahan tambak sistem terpal atau geo membran.

AKP Sukiyatno menambahkan sempat menemui juragan – juragan besar yang biasa berkecimpung dalam bisnis pergaraman. Mereka menyampaikan saat ini stok kurang, tidak sebanding dengan permintaan pasar. Harga menembus Rp 3.700 – 4.000 per kilo gram, membuat petani garam langsung cepat menjualnya, demi meraih untung. Kalau ditimbun, muncul kekhawatiran harga semakin merosot, seiring produksi garam mulai menggeliat. Apalagi ada rencana garam impor akan masuk Indonesia.

Pihak kepolisian mengingatkan supaya bos – bos besar pelaku garam di kecamatan Kaliori jangan nekat menimbun, dengan motivasi mengeruk keuntungan, sehingga rentan mengganggu tata niaga garam. Saat kondisi normal, mungkin tidak masalah. Tapi kelangkaan garam masih terjadi, tentu tak semestinya menumpuk barang dan bisa saja berhadapan dengan hukum. Menurutnya, lebih baik selalu mematuhi etika perdagangan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *