Flash News
No posts found

Investor Takut, Banyak Petani Tebu Belum Terbayar Hasil Panennya

Sebuah truk dari kabupaten Rembang mengangkut tebu, akan disetor ke pabrik.

Sebuah truk dari kabupaten Rembang mengangkut tebu, akan disetor ke pabrik.

Pamotan – Wacana pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 % untuk komoditas pertanian dan perkebunan, termasuk gula, berdampak terhadap pembayaran tebu hasil panen petani dari pabrik.

Karnen, salah satu juragan tebu dari desa Ketangi kecamatan Pamotan, Sabtu siang (05 Agustus 2017) mengaku khawatir kebijakan tersebut akan menurunkan harga tebu. Semisal harga tebu bisa kuat Rp 350 per kilo gram, kemudian rawan menurun, gara – gara efek PPN.

Menurutnya pabrik tetap menerima hasil panen tebu dari petani. Tapi ketika menjadi gula, investor yang ingin membeli menjadi takut dibebani PPN 10 %. Akibatnya, pembayaran ke petani ikut terkatung – katung. Padahal petani tebu sendiri harus keluar ongkos untuk buruh tebang maupun biaya pengangkutan tebu.

Karnen mencontohkan pabrik gula di Todanan, Blora yang menerapkan sistem putus atau non kemitraan, mulai pasca Lebaran sampai sekarang, banyak petani tebu di kabupaten Rembang belum terbayar.

Berbeda dengan PG. Pakis, Pati yang menerapkan sistem bagi hasil. Khusus di PG. Pakis, mereka mengeluarkan dana talangan kepada petani dulu. Nanti baru ditotal setelah lelang gula. Selama gula belum laku, pabrik bertanggung jawab menalangi pengeluaran petani.

Pada saat normal, pembayaran tebu ke petani maksimal butuh waktu 10 – 15 hari. Namun belakangan ini pembayaran molor sangat lama, bahkan hampir 2 bulan. Kalau menggunakan bagi hasil melalui kemitraan seperti yang dilakukan PG. Pakis, menurutnya tidak masalah. Kendala akan muncul, jika pabrik tidak bersedia menalangi. Pasti petani akan bingung mencari pinjaman.

Sebelumnya Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi sebagaimana kami kutip dari laman detikfinance menyampaikan bahwa aturan PPN 10 % tidak berlaku bagi petani yang memiliki omset di bawah Rp 4,8 miliar per tahun. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *