Flash News
No posts found

“Banyak Tantangan, Sering Pulang Larut Malam…”

Moh. Lilik Wijanarko di sela – sela praktek di studio INews TV Semarang. (gambar atas) Muhammad Thaariq Alfan mengambil gambar ketika liputan.

Moh. Lilik Wijanarko di sela – sela praktek di studio INews TV Semarang. (gambar atas) Muhammad Thaariq Alfan mengambil gambar ketika liputan.

Rembang – Berbagai kisah menantang dialami mahasiswa dari kabupaten Rembang yang mengikuti praktek lapangan jurnalistik televisi. Mereka menempuh kuliah pada program studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, kemudian masuk praktek di INews TV Semarang. Tapi mahasiswa harus terjun langsung melakukan peliputan di wilayah kabupaten Rembang.

Ada 2 orang mahasiswa, masing – masing Muhammad Thaariq Alfan (21 tahun), warga desa Soditan kecamatan Lasem dan Moh. Lilik Wijanarko (22 tahun) warga dusun Matalan desa Purworejo kecamatan Kaliori. Selama praktek setengah bulan terakhir, keduanya membagi waktu antara bertugas di dalam studio INews TV Semarang dan melakukan peliputan di kabupaten Rembang.

Moh. Lilik Wijanarko mengaku ternyata dalam memproduksi berita televisi, tak semudah yang dibayangkan. Ia masih ingat betul, betapa susahnya mencari narasumber untuk diwawancara di depan kamera, ketika meliput obyek wisata Hutan Bakau desa Pasar Banggi, Rembang. Bahkan saat baru mendekati, yang diincar sudah langsung menghindar. Padahal tiap berita, perlu minimal 2 orang narasumber.

Dari kesulitan tersebut, dirinya bisa belajar bagaimana cara mengenalkan diri dan trik meyakinkan narasumber agar mau berbagi cerita melalui kamera video. Kesulitan lain menurutnya pada waktu editing gambar. Butuh waktu sangat lama, untuk memilah – milah file yang akan dipakai. Belum lagi kalau muncul kendala laptop mengalami gangguan, sedangkan tayangan berita dikejar deadline waktu.

Mahasiswa lain, Muhammad Thaariq Alfan mengungkapkan materi produksi berita TV, cukup banyak yang harus dipelajari.

Ia mencontohkan pada saat liputan mengambil gambar, dituntut kejelian memilih angle yang tepat dan lengkap. Begitu selesai, dilanjutkan edit gambar dan membuat naskah berita. Setelah itu, masuk ke dalam studio. Editor mengolah lagi gambar dari wartawan lapangan, menyusun teks dalam alat khusus teleprompter dan baru menyiarkan kepada pemirsa. Thaariq menimpali sering pulang larut malam, hanya untuk menuntaskan sebuah berita.

Meski melelahkan, namun Thaariq maupun Lilik merasa manfaat praktek sangat berarti bagi pengembangan ilmu komunikasi di kampus maupun kelak pasca wisuda. Baginya waktu setengah bulan masih kurang, seraya ingin menambah sendiri kalau ada kesempatan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *