Flash News
No posts found

Rastra Dikembalikan Ke Pemkab, Berujung Saling Rangkulan

Ahmad Ridwan (berpeci), Kades Kadiwono Kec. Bulu berangkulan dengan Pelaksana Tugas Asisten II Sekda, Abdullah Zawawi. (gambar atas) Jatah Rastra desa Kadiwono dikembalikan ke kantor Pemkab Rembang, Kamis pagi.

Ahmad Ridwan (berpeci), Kades Kadiwono Kec. Bulu berangkulan dengan Pelaksana Tugas Asisten II Sekda, Abdullah Zawawi. (gambar atas) Jatah Rastra desa Kadiwono dikembalikan ke kantor Pemkab Rembang, Kamis pagi.

Rembang – Aparat desa Kadiwono kecamatan Bulu, Kamis pagi (10 Agustus 2017) mengembalikan jatah beras keluarga miskin atau sekarang dinamakan beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) ke kantor Pemkab Rembang.

Kepala desa Kadiwono kecamatan Bulu, Ahmad Ridwan bersama perangkat desa, pengurus BPD, ketua RT dan perwakilan masyarakat mendatangi kantor Pemkab Rembang, guna mengembalikan jatah beras Rastra. Beras diangkut menggunakan sebuah truk. Total jumlah Raskin atau Rastra yang dikembalikan sebanyak 1.380 kilo gram, merupakan alokasi bulan Juni. Beras diturunkan dari truk, kemudian ditumpuk di depan pintu masuk kantor Bupati. Sempat terjadi adu mulut antara petugas Satpol PP dengan kepala desa Kadiwono. Satpol PP menyarankan beras ditaruh di halaman parkir saja, tapi Kades Kadiwono ngotot beras harus dibawa ke lantai atas.

Kades Kadiwono, Ahmad Ridwan mengungkapkan pihaknya menyoroti 2 masalah. Yang pertama, muncul pemberitaan di koran Radar Kudus Jawa Pos menyebutkan desa Kadiwono menunggak pembayaran Raskin, dengan narasumber Abdullah Zawawi, Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan. Padahal ia merasa tidak menunggak dan belum pernah dikonfirmasi wartawan.

Khusus jatah bulan Mei, memang baru dibayarkan oleh Sekretaris Desa nya Rabu pagi, tanggal 09 Agustus 2017. Kalau yang dimaksudkan tunggakan Rastra dua bulan, Juni dan Juli, menurut Ridwan beras belum sampai semua ke tingkat desa. Pihak desa juga mempermasalahkan molornya penyaluran Raskin. Hingga bulan Agustus 2017, baru menerima jatah Raskin 6 kali. Itupun beras didroping tidak sesuai dengan waktu yang semestinya.

Melalui pengembalian beras, aparat desa Kadiwono mendesak Abdullah Zawawi memberikan klarifikasi pemberitaan. Kalau perlu, turun langsung membagikan beras, mengingat setelah muncul berita tersebut, seakan – akan desa menggelapkan uang Raskin. Tuntutan lain, Depot Logistik maupun pemerintah mesti memperbaiki jadwal distribusi bisa tepat waktu.

Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Sekda Rembang, Abdullah Zawawi menemui pihak desa Kadiwono, di ruang kerjanya. Terkait pemberitaan, menurutnya ada kesalahpahaman. Ia kala itu menyampaikan tunggakan pembayaran Raskin desa Kadiwono terjadi untuk alokasi beras bulan Mei, bukan bulan Juni dan Juli. Sedangkan molornya penyaluran Raskin, Pemkab Rembang harus menunggu surat tertulis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang baru turun bulan April lalu.

Wartawan Radar Kudus Jawa Pos, Wisnu Aji dan Kholid yang turut hadir dalam pertemuan menanggapi penyebutan bulan Juni dan Juli tidak bermaksud sebagai tunggakan Rastra di desa Kadiwono. Tapi untuk menerangkan adanya rapat evaluasi Tim Rastra Kabupaten Rembang, membahas pelunasan beras di bulan Juni dan Juli. Ketika Kades Kadiwono merasa keberatan dengan berita pertama, pihaknya sudah memberikan hak jawab pada berita kedua di hari berikutnya, Kamis (10/08). Namun Wisnu mengakui saat berita pertama tentang tunggakan Rastra desa Kadiwono, ada penggalan kalimat lain bukan hasil wawancara dengan narasumber, melainkan penafsiran pribadi.

Setelah melakukan mediasi, Kades Ahmad Ridwan maupun Pelaksana Tugas Asisten II, Abdullah Zawawi saling berangkulan. Selanjutnya, aparat desa Kadiwono kecamatan Bulu  bersedia membawa pulang beras Rastra ke kampungnya, agar lekas dibagikan kepada masyarakat. Petugas Satpol PP kabupaten Rembang ikut membantu menaikkan lagi beras ke atas truk. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *