Flash News
No posts found

Akan Dipasok Ke Pabrik Semen, Batubara 2 Tongkang Terbakar

Kepulan asap dari muatan batubara yang terbakar.

Kepulan asap dari muatan batubara yang terbakar.

Sluke – Muatan batubara yang diangkut oleh 2 kapal tongkang terbakar, di dekat Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo kecamatan Sluke. Kepulan asap sebenarnya mulai tampak sejak kedua kapal tongkang tersebut mendekati pelabuhan, sekira seminggu yang lalu. Namun setelah melalui pemadaman, api di dalam tumpukan batubara mulai bisa dikendalikan, Kamis malam (10/08).

Seorang pekerja bongkar muatan barang di dermaga Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, Maskat, Jum’at pagi (11 Agustus 2017) menceritakan muatan batubara kalau terlalu lama di dalam kapal tongkang memang rawan terbakar. Apalagi saat ini cuaca panas terik, sehingga turut memperparah. Posisi kapal kebetulan masih antre untuk bongkar muatan, berjarak 2 kilo meter dari bibir pantai.

Ia mengamati sejumlah anak buah kapal menyemprotkan cairan khusus seperti busa, untuk mengurangi kebakaran. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setiap tongkang, membawa muatan 7.500 ton batu bara, akan dipasok ke pabrik semen, PT. Semen Indonesia di Kab. Rembang. Belum diketahui pasti berapa jumlah batubara yang ludes, tapi menurutnya kurang dari seperempat. Yang jelas, sebelum api benar – benar padam, kapal dilarang bersandar ke dermaga pelabuhan.

Maskat menambahkan ketika batubara mengepulkan asap, pihaknya tidak bisa langsung mendahulukan kapal tersebut untuk bongkar muatan. Selain mempertimbangkan faktor keamanan, hal itu pasti akan diprotes oleh awak kapal lain yang lebih dulu antre. Kalau pun ingin lebih cepat bongkar, kadang sesama awak kapal berunding mengenai dana kompensasi pengganti. Hanya saja kesepakatan seperti itu jarang dilakukan.

Sebelumnya, warga dusun Pendok desa Manggar kecamatan Sluke mengeluhkan kepulan asap tebal dari tumpukan batubara, tertiup angin hingga ke permukiman penduduk. Baunya mengakibatkan sesak nafas. Maskat mengaku tidak tahu, karena selama di Pelabuhan tak merasakan dampak buruk terbakarnya batubara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *