Flash News
No posts found

Kab. Rembang Segera Punya Sentra Niaga Garam Rakyat, Apa Keunggulannya?

Buruh tambak garam di kabupaten Rembang memanggul hasil panenan, untuk dimasukkan ke gudang. Tahun ini kabupaten Rembang akan memiliki sentra niaga garam rakyat.

Buruh tambak garam di kabupaten Rembang memanggul hasil panenan, untuk dimasukkan ke gudang. Tahun ini kabupaten Rembang akan memiliki sentra niaga garam rakyat.

Kaliori – Untuk mengantisipasi permainan harga garam dari pedagang besar, pemerintah pusat menyiapkan pembangunan sentra niaga garam rakyat di pinggir jalur Pantura kecamatan Kaliori, tepatnya sebelah barat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) desa Purworejo.

Pengelolaan sentra niaga garam rakyat tersebut nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Guyup Rukun desa Purworejo.

Ketua Koperasi Guyup Rukun, Rasmani, Jum’at pagi (11 Agustus 2017) menjelaskan sentra niaga garam rakyat menempati lahan seluas 1 hektar. Nantinya ada bangunan gudang penyimpanan garam berukuran 20 x 30 meter, dilengkapi pula area parkir yang cukup luas, tempat penimbangan dan perkantoran. Lahan itu merupakan pinjaman dari salah satu petani dan siap digunakan minimal sampai 25 tahun mendatang.

Rasmani yang juga mantan Kepala Desa Purworejo kecamatan Kaliori ini menambahkan pengoperasian sentra niaga garam rakyat, muaranya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam. Petani bisa bergabung menjadi anggota koperasi. Saat panen raya harga rendah, garam bisa dijual kepada koperasi sesuai dengan harga pasar. Barang selanjutnya disimpan ke dalam gudang. Manakala harga merangkak naik, karena pasokan berkurang, garam baru digelontorkan ke pasar, setidaknya untuk mencukupi kebutuhan lokal kabupaten Rembang.

Hasil keuntungan bisa dirasakan oleh petani anggota koperasi, setelah melalui perhitungan penyusutan. Biasanya ketika garam lama disimpan, penyusutan berkisar 10 – 20 %. Menurutnya upaya pemerintah tepat, agar masa depan petani garam menjadi lebih terjamin dan tidak dipermainkan tengkulak – tengkulak besar. Meski gudang berada di desa Purworejo, namun petani garam luar desa pun tak masalah, jika ingin bergabung.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman menjelaskan proyek tersebut merupakan program pemerintah pusat, sebagai salah satu persiapan untuk meningkatkan stok garam nasional. Kegiatan ini dialokasikan Pagu anggaran sebesar Rp 2 Miliar. Karena lelang sudah tahap penandatanganan kontrak dengan pelaksana, ditargetkan pembangunan selesai sebelum akhir tahun 2017. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *