Flash News
No posts found

Terapkan 5 Hari Sekolah, Siagakan Tim Sapu Jagat

Pelajar SMA N I Kragan saat kegiatan praktek. Sekolah ini sudah memberlakukan 5 hari masuk sekolah.

Pelajar SMA N I Kragan saat kegiatan praktek. Sekolah ini sudah memberlakukan 5 hari masuk sekolah.

Rembang – Baru 4 sekolah di kabupaten Rembang yang sudah memberlakukan sistem 5 hari sekolah. Artinya kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung sampai hari Jum’at, sedangkan hari Sabtu dan Minggu libur. Keempat sekolah tersebut, masing – masing SMA N I Rembang, SMA N I Kragan, SMK N I Rembang dan SMK N II Rembang.

Siti Djumiatun, salah satu guru di SMA N I Rembang, Jum’at pagi (11 Agustus 2017) menjelaskan 5 hari sekolah dimulai sejak awal tahun ajaran baru, tanggal 17 Juli 2017 lalu. Setelah berjalan hampir sebulan, menurutnya tidak ada kendala mencolok. Yang membedakan jam pulang sekolah. Saat ini, antara hari Senin – Kamis, siswa pulang pukul 15.30 WIB, sedangkan hari Jum’at pulang pukul 13.45 WIB. Mereka pulang lebih sore dibandingkan ketika masih 6 hari sekolah. Kalau pun muncul keluhan, kemungkinan daya konsentrasi siswa menerima pelajaran sampai sore cenderung menurun. Sedangkan kendala transportasi, Siti mengamati rata – rata untuk angkutan umum di jalur Pantura masih ada. Yang rumahnya di pelosok pedesaan, orang tua terkadang berinisiatif menjemput atau siswa naik kendaraan sendiri.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA N I Kragan, Sutrisno menganggap 5 hari atau 6 hari sekolah, baginya sama saja. Setelah menjalankan 5 hari sekolah, tampak mayoritas siswanya menikmati. Kewajiban guru mengajar selama 24 jam setiap pekan, juga dapat terpenuhi.

Mengenai transportasi, Sutrisno mengklaim belum muncul keluhan siswa. Tapi pihak sekolah sendiri menyiapkan Tim Sapu Jagat. Tim ini beranggotakan 5 orang guru. Tugasnya, membantu mengantar siswa pulang, apabila ada yang tertahan di sekolah, gara – gara belum mendapatkan layanan transportasi.

Sutrisno menambahkan pasca pemberlakukan 5 hari sekolah, nantinya sekolah siap mengevaluasi. Tanggapan dari siswa dan guru akan ditampung, lebih efektif mana dengan 6 hari sekolah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan tidak ada kewajiban sekolah menerapkan 5 hari kerja, karena kesiapan masing – masing sekolah berbeda. Ketentuan itu yang semula tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, diganti dengan Peraturan Presiden. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *