Flash News
No posts found

Kasi Kesyahbandaran Ditangkap Tim Saber Pungli, Berawal Dari Keluhan Nelayan

Kantor Tim Saber Pungli kabupaten Rembang.

Kantor Tim Saber Pungli kabupaten Rembang.

Rembang – Petugas Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) kabupaten Rembang, Senin (14 Agustus 2017) sekira pukul 08.00 WIB, mengamankan Kepala Seksi Kesyahbandaran Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, berinisial AHP, karena diduga terlibat dalam kasus pungutan liar penerbitan surat izin berlayar (SIB).

Hasil penelusuran Reporter R2B, pada awalnya Tim Saber Pungli menerima informasi dari kaum nelayan tentang praktek pungutan liar, ketika mengurus surat izin berlayar. Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 04 tahun 2017, untuk kapal nelayan cantrang dengan bobot 11 – 30 GT dikenakan tarif Rp 100 ribu tiap GT. Jumlah anggota asosiasi kapal cantrang sebanyak 90 kapal, dengan bobot bervariasi. Total uang untuk 90 kapal yang mestinya dibayarkan kepada petugas pelabuhan adalah Rp 26 juta.

Namun AHP diduga meminta tambahan biaya, per kapal Rp 759 ribu atau jumlahnya Rp 68.310.000. Kalau tidak dibayarkan, maka SIB tak akan dikeluarkan. Karena khawatir SIB tidak terbit, asosiasi nelayan mengumpulkan dana tambahan lagi. Dari patungan, akhirnya memperoleh Rp 53 juta dan langsung diserahkan kepada AHP. Tapi AHP tetap meminta sisa kekurangan Rp 15 juta. Kekurangan kemudian dilunasi perwakilan asosiasi nelayan. Saat penyerahan uang Rp 15 juta itulah, AHP turut diciduk oleh Tim Saber Pungli.

Ketua pelaksana Tim Saber Pungli kabupaten Rembang, Kompol Pranandya Subyakto ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan penyidik hingga Senin sore masih meminta keterangan AHP. Soal apakah langsung ditahan atau tidak, sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik.

Kompol Pranandya Subyakto menambahkan barang bukti uang disita sebanyak Rp 29.500.000. Rinciannya, Rp 15 juta uang yang diterima dari asosiasi nelayan dan Rp 14.550.000, uang hasil pungutan nelayan yang tersimpan di dalam laci meja kerja. Selain itu, ada pula barang bukti 1 bendel kwitansi tanda terima dari asosiasi nelayan dan 1 bendel bukti setoran yang dibayarkan ke Bank Jateng.

Terkait penjelasan rinci mengenai penangkapan Kasi Kesyahbandaran tersebut, Pranandya menyatakan akan disampaikan langsung oleh Kapolres Rembang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *