Flash News
No posts found

Warga Semakin Resah, Sesak Nafas Merajalela

Warga desa Weton, Rembang menyirami jalan di dekat armada truk PT. Semen Indonesia, Selasa pagi.

Warga desa Weton, Rembang menyirami jalan di dekat armada truk PT. Semen Indonesia, Selasa pagi.

Rembang – Bertambah rusaknya jalur lingkar di desa Weton kecamatan Rembang Kota, membuat masyarakat sekitar yang tinggal di pinggir jalan semakin resah. Polusi debu sudah mengganggu kesehatan warga.

Yanti, seorang warga desa Weton, Selasa siang (15 Agustus 2017) mengatakan hilir mudik truk – truk besar tak pernah sepi, melintasi jalan antara desa Tireman – Weton – menuju perempatan Galonan. Ia dalam sehari sudah tidak terhitung berapa kali menyapu teras rumah. Termasuk menyirami jalan depan rumah, untuk mengurangi debu berterbangan. Kalau dibiarkan saja, pasti kotor dan seisi rumah merasakan sesak nafas. Tetangganya juga mengidap penyakit asma berulang kali kambuh, diduga terpengaruh oleh jalan rusak. Yanti memilih pasrah, karena tidak bisa mempunyai akses untuk melapor kepada pemerintah.

Keluhan serupa dilontarkan warga desa Weton lainnya, Wawi. Ia menyoroti kerusakan jalan hanya ditambal seadanya. Dalam waktu seminggu kemudian, hancur lagi. Menurut Wawi, karena mayoritas truk besar yang melintas adalah truk mengangkut bahan tambang milik pabrik semen PT. Semen Indonesia, sudah semestinya PT. Semen Indonesia turut bertanggung jawab memperbaiki.  Kalau menunggu perbaikan sampai tahun 2018, menurutnya terlalu lama. Belum lama ini kebetulan ada truk membawa batu kricak nyaris terguling, gara – gara bannya terperosok ke dalam lubang di tikungan desa Weton. Sebagian muatan diturunkan untuk menguruk lubang, setelah itu truk baru dievakuasi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanggapi Pemkab Rembang pada tahun 2018, baru akan mengatasi kerusakan jalan lingkar. Menurut rencana dialokasikan dana sebesar Rp 25 Miliar. Konstruksinya berupa beton, tidak lagi aspal hotmix seperti sekarang. Hafidz memohon masyarakat bersabar, karena proyek dengan anggaran pemerintah harus melewati mekanisme panjang. Mulai perencanaan, lelang sampai pelaksanaan kegiatan.

Terkait perbaikan sementara, Abdul Hafidz berjanji akan mengkomunikasikan dengan pihak PT. Semen Indonesia. Yang penting jalan bisa dilewati dengan aman dan tidak mengganggu kesehatan warga setempat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *