Flash News
No posts found

PCNU Lasem Kecam 4 Sekolah, Massa Diminta Ngluruk Kesana

Penolakan tolak 5 hari sekolah atau sering disebut full day school (FDS) di kabupaten Rembang. Tampak sebuah mobil dicoret dengan tulisan tolak FDS.

Penolakan tolak 5 hari sekolah atau sering disebut full day school (FDS) di kabupaten Rembang. Tampak sebuah mobil dicoret dengan tulisan tolak FDS.

Rembang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lasem mengecam keputusan 4 sekolah di kabupaten Rembang yang ngotot beralih dari 6 hari sekolah menjadi 5 hari sekolah. Bahkan Ketua Pengurus Cabang NU Lasem, Solahudin mengajak supaya massa mendatangi ke 4 sekolah tersebut.

Yang dimaksudkan Solahudin adalah SMA N I Rembang, SMA N I Kragan, SMK N I Rembang dan SMK N II Rembang. Sejak tahun ajaran baru tanggal 17 Juli lalu, mereka resmi menerapkan 5 hari sekolah, sehingga libur pada hari Sabtu dan Minggu setiap pekan.

Saat aksi damai di kawasan Alun – Alun Rembang, Rabu sore (30/08), Solahudin menyatakan banyak kiai tidak setuju dengan program 5 hari sekolah, karena bisa mematikan madrasah pada sore hari. Ia meminta massa untuk mendo’akan kepada 4 sekolah itu sadar, sehingga mau mengembalikan 6 hari sekolah.

“Muda – mudahan yang mendukung 6 hari sekolah, masuk syurga. Yang masih tetap dengan 5 hari sekolah, semoga diberikan petunjuk Allah SWT. Kalau perlu besok ngluruk (datang) ke sekolah – sekolah itu. Apalagi Bupati sudah menolak full day school, Ketua DPRD nya juga menolak. Uwong dikandhani uwong kok ora ngandel, kuwi uwong opo uwong “ kata Solahudin saat berorasi.

Seorang warga desa Narukan kecamatan Kragan, Rosidi Mun’im mengaku anaknya kebetulan bersekolah di SMA N I Kragan yang menerapkan 5 hari sekolah. Tiap kali pulang langsung tidur, karena kelelahan. Sang anak mengeluhkan terhadap padatnya materi pelajaran di sekolah. Mendengar keluhan tersebut, Rosidi pun mantap menolak 5 hari sekolah.

“Anak saya selalu bilang, pak masak hidup hanya untuk sekolah. Sholatnya jadi kececeran, apalagi mengaji. Nah, apa bapak ibu kalau melihat seperti itu, ikhlas ? nggak kan, “ ungkap Rosidi.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA N I Kragan, Sutrisno mengklaim sejak memberlakukan 5 hari sekolah, belum muncul keluhan siswa. Misalnya kesulitan mendapatkan sarana transportasi ketika pulang atau kelelahan.

“Nyatanya seusai sholat Dzuhur siang, mereka juga langsung bergegas masuk kelas. Nggak ada komentar yang aneh – aneh kok. Lagipula Kebijakan 5 hari sekolah bukan keinginan sekolah. Hal itu sudah sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah. Apabila sekolah siap, ya dipersilahkan. Yang belum siap, tetap dengan 6 hari sekolah, “ ujar Sutrisno.

Menyangkut 5 hari sekolah rawan mengorbankan aktivitas mengaji pada sore hari, Sutrisno menganggap anak SMA biasanya sudah khatam mengaji. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. BERTRAND

    “Jgn bilang biasanya anak SMA sdh Khatam mengajinya pak bos” msh byk kok yg belum khatam iqro,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *