Flash News
No posts found

Hibah Air Jangkau 522 Titik, Belum Semua Mengalir

Warga desa Megulung kecamatan Sumber menunjukkan bantuan instalasi air PDAM melalui program hibah air minum perkotaan.

Warga desa Megulung kecamatan Sumber menunjukkan bantuan instalasi air PDAM melalui program hibah air minum perkotaan.

Rembang – Guna mengurangi dampak bencana kekeringan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Rembang mempercepat penuntasan program hibah air minum perkotaan.

Program yang dibiayai oleh pemerintah pusat tersebut, sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah, dengan sistem subsidi. Wujudnya, warga mendapatkan kemudahan dalam penyambungan instalasi air minum ke rumah – rumah mereka. Jika umumnya biaya penyambungan semacam itu, membutuhkan dana Rp 1.750.000, warga cukup membayar dengan ongkos Rp 350 ribu.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan selama tahun 2017, program hibah air minum perkotaan menjangkau 522 penerima manfaat, tersebar di sejumlah kecamatan.

“Di kecamatan Sumber mencapai 365 titik penyambungan, meliputi desa Sumber 15, Polbayem 80, Jatihadi 8, Sekarsari 12, Megulung 28, Kedungasem 114, Bogorejo 72 dan desa Grawan 36. Kemudian di kecamatan Kaliori meliputi desa Sidomulyo 72 dan Sambiyan 15 titik sambungan, selanjutnya desa Pandagan Wetan kecamatan Kragan 51, terakhir di kecamatan Sedan, desa Sidorejo dan desa Sedan, masing – masing 7 titik, ” ujar Bupati memperinci.

Abdul Hafidz menambahkan kebijakan tersebut meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, karena biaya penyambungan air relatif terjangkau. Berdasarkan data pemerintah pusat, kabupaten Rembang termasuk daerah skala prioritas, kemungkinan besar pada tahun 2018 mendatang, akan kembali memperoleh program serupa. Informasi yang diterima dari PDAM, kedepan Hibah Air Minum Perkotaan ditargetkan untuk masyarakat di kecamatan Sarang, terutama sekitar area pelayanan Embung Lodan, Sarang.

“PDAM melakukan verifikasi terlebih dahulu, siapa saja keluarga yang layak menerima program tersebut. Jadi tidak semua orang bisa memperoleh subsidi penyambungan air bersih. Kalau tiap tahun ada, harapan kami akses air bersih untuk warga kurang mampu, akan tercukupi. Minimal kebutuhan MCK sehari – hari, ” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Megulung kecamatan Sumber, Suhartono menuturkan proses pendataan tergolong ketat. Petugas memastikan penerima hibah air minum, mengacu kapasitas daya listrik yang mereka pakai, harus 450 VA. Sampai hari Jum’at (15/09) warga masih menunggu air mengalir. Untuk sementara mengandalkan persediaan air embung maupun sumur.

“Harapan saya air segera mengalir, karena saat ini kekeringan sudah cukup parah. Informasi dari PDAM belum kami terima. Jadi ya nunggu saja. Yang penting alhamdulilah sudah ada bantuan untuk warga kami, jadi nantinya nggak perlu bingung mencari air, ” ujarnya.

Sementara itu Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan mengungkapkan sebagian wilayah sudah keluar airnya, tapi ada pula yang belum mengalir. Ia beralasan pelaksana proyek terlambat menyelesaikan pemasangan jalur distribusi. Kalau sudah tuntas, aliran air tinggal menyesuaikan saja. Untuk kecamatan Sumber dan kecamatan Kaliori disuplai dari Embung Grawan, sedangkan kecamatan Kragan dan Sedan diambilkan dari Embung Lodan.

“Jika melihat persediaan air, kami perkirakan mencukupi. Memang pusat sejak awal mensyaratkan kapasitas air harus mumpuni, sehingga baru menyetujui daerah yang mendapatkan hibah air minum perkotaan. Terus terang pelaksana proyek terlambat memasang instalasi. Padahal waktunya sudah mepet ini. Sebelum berakhir, kami mendorong dipercepat, ” jelasnya.

Affan menambahkan selepas penyambungan instalasi, nantinya warga tetap dibebani pembayaran rekening air setiap bulan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *