Flash News
No posts found

Pola Penyakit Berubah, Mbah Roso Beberkan Dana Kementerian

Snack berisi sejumlah buah – buahan disajikan di meja tamu. (gambar atas) Anggota DPR RI, Imam Suroso turut mengikuti senam sehat, di sela – sela sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Jum’at sore.

Snack berisi sejumlah buah – buahan disajikan di meja tamu. (gambar atas) Anggota DPR RI, Imam Suroso turut mengikuti senam sehat, di sela – sela sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Jum’at sore.

Rembang – Pola penyakit yang terjadi di tengah masyarakat, belakangan ini terus bergeser.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Supriyo Utomo menyampaikan masalah tersebut, ketika kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yang berlangsung di aula pertemuan Hotel Gajah Mada Rembang, Jum’at sore (15/09). Ia membeberkan sebelum tahun 1990 an, penyakit menular mendominasi pemicu kematian, misalnya desentri, kolera, diare, DBD. Tapi setelah era tahun 2000 an, pola penyakit mulai berubah pada penyakit tidak menular yang kerap mengakibatkan kematian. Diantaranya seperti darah tinggi, gagal ginjal, kanker maupun diabetes.

Hal itu karena masyarakat tidak menerapkan pola hidup sehat. Maka pihaknya terus menggiatkan sosialisasi Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat, guna menekan angka kematian yang disebabkan penyakit tidak menular.

“Ada banyak cara yang bisa kita lakukan, diantaranya rutin melakukan aktivitas fisik. Nggak mesti harus berolahraga, karena mencangkul di sawah pun termasuk aktivitas fisik. Makan sayuran dan buah, tidak merokok serta kalau BAB ya di jamban. Jangan BAB sembarangan. Pengecekan kondisi kesehatan juga perlu dilakukan, “ kata Supriyo Utomo.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI dari kabupaten Pati, Imam Suroso atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Roso. Imam Suroso membeberkan dana Kementerian Kesehatan tahun 2017 sebesar Rp 58,3 Triliun atau berkurang, apabila dibandingkan dengan periode tahun 2016 lalu. Tapi tahun 2018, anggaran di Kementerian Kesehatan diusulkan meningkat menjadi Rp 59,1 Triliun.

“Dibandingkan Kementerian Tenaga Kerja, yang hanya mendapatkan alokasi Rp 4 Triliun, tentu angka tersebut sangat jauh. Ya wajar saja, karena Kementerian Kesehatan ngurusi seluruh Puskesmas se Indonesia, rumah sakit, BPJS, macem – macem pokoknya. Ini uang anda, semoga bermanfaat dan derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik, “ tandasnya.

Di tengah – tengah kegiatan, para tamu undangan yang berasal dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, pendidik dan LSM diajak untuk makan buah. Selain itu juga melakukan senam sehat. Sebagai penutup, mereka membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen untuk terus menularkan virus Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, terutama di lingkungannya masing – masing. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *