Flash News
No posts found

3 Lokasi Disisir, Yang Asyik Pacaran Langsung Berhamburan

Petugas Satpol PP kabupaten Rembang mendatangi dermaga pelabuhan Tasikagung sisi barat yang menjadi primadona tempat pacaran.

Petugas Satpol PP kabupaten Rembang mendatangi dermaga pelabuhan Tasikagung sisi barat yang menjadi primadona tempat pacaran.

Rembang – Petugas Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) kabupaten Rembang, Sabtu malam (16/09) menyisir 3 lokasi, untuk mengantisipasi gangguan ketertiban masyarakat. Sasarannya adalah minuman keras dan pasangan muda mudi yang asyik berpacaran.

Kepala Seksi Ketentraman Dan Ketertiban Satpol PP kabupaten Rembang, Setyo Gutomo menuturkan ketiga titik yang didatangi meliputi kawasan Alun – Alun Rembang, karena pengunjung banyak mengeluhkan pengamen maupun pengemis. Saat pihaknya tiba, hanya berhasil mengamankan seorang pengemis anak di bawah umur dari kabupaten Grobogan.

Setelah itu petugas Satpol PP bergeser menuju dermaga Pelabuhan Tasikagung Rembang bagian barat, lantaran di titik tersebut sangat gelap pada malam hari, sehingga sering dipakai berpacaran yang menjurus mesum. Begitu mobil Satpol PP datang, puluhan pasangan muda mudi langsung berhamburan meninggalkan lokasi. Setyo bersama anggotanya menyarankan untuk segera pulang, karena sudah larut malam.

Titik terakhir, Satpol PP menyambangi area GOR Mbesi Rembang. Petugas memergoki sekelompok anak muda diduga menggelar pesta minuman keras. Pesta Miras dibubarkan tanpa perlawanan dan mereka diminta lekas pulang. Tak ada barang bukti yang diamankan, namun dari baunya tercium aroma minuman beralkohol sangat menyengat.

“Kami awali dari Alun – Alun dulu, targetnya pengemis dan pengamen. Kalau Tasikagung memang lebih banyak pasangan pacaran. Kalau sudah melampaui jam 9 malam, ternyata masih ramai. Ya kita arahkan pulang. Terakhir di GOR yang pesta Miras kita beri nasehat, ternyata mereka mematuhi untuk meninggalkan lokasi, “ kata Setyo.

Setyo Gutomo menimpali upaya patroli rutin pada malam Minggu perlu digiatkan, guna mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Apalagi seiring dengan perkembangan kota, selalu muncul dampak – dampak negatif yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Maunya sich rutin setiap pekan, tinggal bagaimana arahan pimpinan nanti. Yang paling menonjol kan ada 2, Miras dan warung remang – remang. Kami juga sempat patroli di sepanjang jalur Pantura, setelah itu baru balik ke kantor, “ imbuh pejabat warga Kedungdoro, Kelurahan Leteh ini.

Sementara itu seorang warga di Rembang, Ahmadi menganggap bibit – bibit kecil gangguan yang muncul perlu diminimalisir mulai sekarang, supaya tidak meluas. Ia mencontohkan pengamen, dirinya baru duduk sebentar di Alun – Alun, sudah 3 – 4 orang pengamen datang, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Kalau dibiarkan, Ahmadi khawatir jumlahnya bertambah banyak dan semakin sulit diatasi.

“Mumpung masih sedikit, teruslah diadakan operasi. Bukannya kita nggak ingin sedekah, tapi kalau seperti itu kan ya mengganggu juga, “ keluhnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *