Flash News
No posts found

Pria Bertato Tewas Di Bawah Pohon Mangga

Gelandangan yang ditemukan tewas di desa Sumberagung kecamatan Pancur, Sabtu sore.

Gelandangan yang ditemukan tewas di desa Sumberagung kecamatan Pancur, Sabtu sore.

Pancur – Seorang pria bertubuh kurus tanpa identitas ditemukan tewas di pinggir jalan antara Pancur – Pamotan, tepatnya sebelah selatan dusun Nyode desa Sumberagung kecamatan Pancur, Sabtu sore (16/09).

Semula warga memergoki ada pria meringkuk lemas di bawah pohon mangga. Setelah itu mereka melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat desa setempat. Salah satu perangkat desa Sumberagung, Supriyono mengatakan saat tiba di lokasi kejadian, sebenarnya korban masih hidup. Namun tak berselang lama pria berusia sekira 50 an tahun dengan gambar tato di lengan kanannya itu, sudah meninggal dunia. Pihaknya kemudian melaporkan kepada petugas Dinas Sosial dan Polsek Pancur.

Selama ini pria gelandangan itu sering hilir mudik di jalan raya sekitar desa Sumberagung setengah bulan terakhir. Nama maupun alamat tidak diketahui, karena tampak sudah terganggu kejiwaannya.

“Saat polisi dan pegawai Puskesmas datang, mereka melakukan pengecekan kondisi korban. Warga yang menonton ya ramai sekali, karena dekat dengan pinggir jalan raya Pancur – Pamotan. Setelah dipastikan tidak ada tanda – tanda kekerasan, polisi baru berkoordinasi mengenai pemakaman korban, “ ujarnya.

Supriyono menimpali pada awalnya jasad korban akan dibawa ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Namun karena khawatir tidak terurus, akhirnya disepakati jenazah dikebumikan oleh pihak desa di makam umum desa Sumberagung. Masyarakat bergotong royong menyucikan serta memakamkan jenazah tanpa identitas tersebut, dengan cara agama Islam.

“Ya kasihan kalau tidak diurus. Lha wong sudah meninggal dunia, gelandangan lagi. Kalau nanti dibawa ke Rembang, dikembalikan lagi ke sini, malah butuh waktu lama. Pak kepala desa menyampaikan ya sudah di makamkan di makam sini saja, nggak apa – apa. Meski nggak kenal, nyatanya warga banyak yang ikut membantu proses pemakaman. Sabtu petang, pemakaman korban selesai, “ beber Kasi Pemerintahan desa Sumberagung ini.

Selama ini gelandangan psikotik masih cukup banyak berkeliaran di kawasan kota Rembang, hingga pelosok pedesaan. Penanganan gelandangan menjadi kurang efektif, karena keterbatasan panti rehabilitasi dan minimnya sumber daya manusia perawat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *