Flash News
No posts found

“Tidak Kalah Dengan Pantai Di Bali…”

Kegiatan bersih – bersih sampah di pinggir Pantai Lor desa Sluke, Minggu (17/09).

Kegiatan bersih – bersih sampah di pinggir Pantai Lor desa Sluke, Minggu (17/09).

Sluke – Ratusan orang dari berbagai komunitas, Minggu pagi (17 September 2017) menggelar bersih – bersih sampah di Pantai Lor dusun Nyamplung desa Sluke kecamatan Sluke. Menariknya, tidak sebatas warga kabupaten Rembang saja yang peduli, tetapi ada pula komunitas pegiat lingkungan dari kabupaten Blora dan Semarang, ikut ambil bagian dalam kegiatan yang diberi nama bhakti sosial dan kampanye sapta pesona tersebut.

Salah satu peserta, Septy mengaku senang. Meski cuaca agak panas, dirinya harus memunguti sampah di pinggir pantai, namun baginya pengalaman yang mengasyikkan. Apalagi Pantai Lor dusun Nyamplung pasirnya putih dan memiliki panorama alam yang indah.

“Nggak nyesel dech ikut kegiatan seperti ini. Justru malah ketagihan pengin gabung lagi, kalau ada acara serupa. Selain kita bisa memberikan sedikit tenaga buat kebersihan lingkungan, juga menjadi ajang refresing akhir pekan bareng temen – temen, “ ujarnya sambil tertawa lepas.

Sementara itu, Romy Adhi dari Komunitas Pecinta Wisata (Kopeta) Rembang mengatakan event kali ini diprakarsai oleh Ikatan Mas Mbak Rembang. Tujuan utamanya untuk mengangkat potensi destinasi wisata, yang belum banyak dikenal masyarakat. Selama menyisir bibir pantai sepanjang 1 kilo meter, banyak sampah plastik terkumpul. Ketika ditelusuri, ternyata sebagian besar sampah berasal dari kiriman sungai yang bermuara ke laut. Maka untuk kebersihan pantai, harus didukung kesadaran warga yang tinggal di pinggir bantaran sungai.

Menyangkut potensi pantai Lor dusun Nyamplung, desa Sluke, baginya tidak kalah dengan pantai di Pulau Bali. Namun ada beberapa titik yang rawan terkena abrasi, sehingga desa Sluke saat ini sangat membutuhkan talud pemecah gelombang.

“Di desa Sluke, kebetulan sudah terbentuk Komunitas Peduli Lingkungan (Kopeling). Ya saat omong – omong kita ajak supaya terus mengkampanyekan kebersihan pantai. Yang sederhana dulu, jangan buang sampah sembarangan. Dari desa sendiri, luar biasa mendukung. Mereka kasih informasi sudah membuat proposal pengajuan pembangunan pemecah gelombang. Kalau disetujui pemerintah, tentu akan lebih bagus demi gagasan pengembangan wisata di desa tersebut untuk kedepannya, “ ungkap Romy.

Romy menambahkan setelah kampanye Sapta Pesona di Pantai Lor Sluke, pihaknya juga siap mengeksplorasi destinasi lain yang layak diorbitkan. Ia biasa bertukar informasi melalui media sosial, guna menampung informasi sebanyak mungkin tentang obyek – obyek menarik di kabupaten Rembang. Ajang tersebut akan dibuat secara berkelanjutan, demi mendukung kebijakan Pemkab Rembang yang ingin memajukan sektor pariwisata. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *