Flash News
No posts found

Terkait Figur Calon Panwascam, Ada 9 Aduan Yang Masuk

Suasana tes wawancara dalam seleksi Panwas Kecamatan yang digelar oleh Panwas Pemilu Kab. Rembang.

Suasana tes wawancara dalam seleksi Panwas Kecamatan yang digelar oleh Panwas Pemilu Kab. Rembang.

Rembang – Panitia Pengawas Pemilu kabupaten Rembang menerima sekira 9 aduan dari masyarakat, terkait nama – nama pendaftar Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang lolos dalam tes wawancara.

Komisioner Panitia Pengawas Pemilu kabupaten Rembang, M. Dhofarul Muttaqin mengatakan aduan tersebut paling banyak diterima melalui pesan pendek sms dan email Panwas Kabupaten. Isi aduan bervarasi, mulai sifat temperamen, pada saat menjabat Panwascam lalu kinerjanya kurang bagus, hingga yang bersangkutan bekerja di suatu lembaga, sehingga kalau diterima menjadi Panwascam, dikhawatirkan tidak bisa fokus bekerja. Sayangnya, rata – rata pelapor enggan mencantumkan nama maupun alamat yang jelas. Meski sebenarnya identitas mereka dirahasiakan.

“Sejauh laporan yang kami terima menyangkut figur – figur calon Panwascam, kebanyakan mengarah pada karakter seseorang. Belum ada informasi mencolok yang rawan membuat seseorang tidak layak jadi Panwascam. Sifatnya masih subyektif mas, paling tidak jadi masukan lah buat kita, ” ungkap Dhofarul.

Pria dari desa Kragan kecamatan Kragan ini menimpali semua aduan langsung ditanyakan kepada yang bersangkutan, ketika berlangsung tes wawancara di kompleks Gedung Hijau depan rumah dinas Wakil Bupati Rembang, tanggal 20 – 22 September 2017.

Setelah peserta memberikan jawaban, Panwas Kabupaten akan menelaah lebih jauh, sebelum memutuskan. Yang jelas, kegiatan tes wawancara merupakan saringan terakhir guna memastikan 3 orang Panwascam benar – benar figur yang tepat. Termasuk tidak pernah menjadi pengurus partai politik aktif, dalam 5 tahun terakhir.

“Kalau dulu pernah bergabung sebagai anggota atau pengurus partai politik, ya tetap bisa jadi Panwascam. Asalkan ia sudah keluar partai, paling tidak sudah 5 tahun. Apabila kurang dari masa itu, ya nggak bisa. Tapi untuk aduan yang mengarah pada netralitas, belum kami terima. Kita optimalkan fungsi tes wawancara untuk mengklarifkasi semua tuduhan miring yang ditujukan kepada calon Panwascam. Semoga tidak kecolongan, ” tandasnya.

Hari Rabu (20/09), tes wawancara diikuti peserta dari kecamatan Sulang, Sumber, Bulu, Kaliori dan Rembang. Menurut Dhofarul, meski hari Kamis (21/09) tanggal merah, tapi kegiatan tes wawancara tetap berjalan. Kali ini giliran peserta dari kecamatan Pamotan, Sedan, Sale, Pancur dan kecamatan Gunem. Sedangkan tes wawancara terakhir hari Jum’at (22/09) untuk peserta dari kecamatan Lasem, Sarang, Kragan dan Sluke.

Mayoritas tiap kecamatan ada 6 orang peserta, hanya kecamatan Kaliori dan Rembang yang berjumlah 7 orang, karena kebetulan memiliki nilai tes tertulis sama. Nantinya 3 orang yang berhak ditetapkan menjadi Panwas Kecamatan. Nama – nama terpilih diumumkan tanggal 23 September 2017, sehingga masih ada peluang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *