Flash News
No posts found

Soal Cantrang, Nelayan Desak 3 Rekomendasi Komnas HAM Dijalankan

Jaring cantrang.

Jaring cantrang.

Rembang – Turunnya surat rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kepada pemerintah, cukup melegakan kalangan nelayan cantrang di kabupaten Rembang.

3 butir rekomendasi tersebut memerintahkan pembentukan tim independen/mandiri untuk melakukan kajian terkait dampak penggunaan cantrang paling lambat 2 bulan setelah dikeluarkan rekomendasi Komnas HAM, membuka forum dialog seluas – luasnya dengan masyarakat terdampak dan melakukan pemenuhan hak – hak bagi masyarakat terdampak, atas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Salah satu tokoh nelayan cantrang warga desa Tritunggal, kecamatan Rembang Kota, Sukarli, Kamis pagi (05/10) mengatakan larangan cantrang tidak hanya memukul nelayan, tapi banyak sektor ikut merasakan dampak. Mulai jasa transportasi, buruh bongkar di pelabuhan hingga pabrik pengolahan ikan. Ia berharap supaya rekomendasi Komnas HAM, benar – benar dijalankan pemerintah, terutama Kementerian Kelautan Dan Perikanan. Menurutnya, sejauh ini belum ada keseriusan. Khususnya tim independen yang bertugas mengkaji dampak cantrang, nelayan belum mengetahui sudah sejauh mana.

“Dialog sama nelayan langsung, sampai sekarang kok belum ya. Monggo lah datang ke sini, untuk melihat apa saja dampaknya. Pemerintah itu dibentuk kan dari rakyat. Kalau mereka asal melarang tanpa memberi solusi, apa kita – kita ini disuruh mencuri, karena mata pencaharian ditutup. Maka jalankan dong rekomendasi Komnas HAM, “ ujarnya.

Sukarli mengaku masih heran kenapa cantrang dituding merusak ekosistem laut, karena cantrang atau dulu disebut payang termasuk alat tangkap tradisional. Maka tolok ukurnya sekarang adalah pelaksanaan uji petik oleh tim independen. Tim ini harus diisi oleh tokoh – tokoh berkompeten, sehingga memahami operasional sebuah alat tangkap. Ia meyakini cantrang tidak merusak terumbu karang maupun habitat laut.

“Uji petik sebelumnya bergerak sendiri – sendiri. Payang atau cantrang ini alat tradisional, makanya kita berani menantang uji petik. Apalagi sebelum Menteri Susi, cantrang diperbolehkan kok. Kalau dianggap merusak, rusaknya yang mana, kan perlu dilihat dulu, “ imbuh mantan kepala desa Tritunggal ini.

Sementara itu, Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebagaimana dikutip dari liputan6.com menegaskan larangan jaring cantrang tidak bermaksud menghambat rezeki nelayan. Tetapi lebih bertujuan untuk mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan. Ia berharap setelah tidak ada cantrang, populasi sumber daya kelautan akan semakin meningkat.

“Jadi ikan – ikan ukuran kecil tidak ikut tertangkap. Ikan kecil itu makanannya ikan besar. Kalau nelayan dapet ikan yang besar – besar, justru bisa menambah penghasilan mereka, “ tandasnya. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. kaos promosi murah

    Sosialisi sangat perlu, agar nelayan juga paham peraturan dari pemerintah.

    konveksi baju anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *