Flash News
No posts found

Dapat Sertifikat, Harga Meningkat

Bibit sapi PO di desa Mojokerto kecamatan Kragan.

Bibit sapi PO di desa Mojokerto kecamatan Kragan.

Kragan – Setelah bibit ternak sapi peranakan ongole (PO) dari kecamatan Kragan mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pertanian, diharapkan harganya akan semakin meningkat. Bibit sapi PO atau lazimnya disebut sapi potong ini, gencar dikembangkan di desa Ngasinan, Kendalagung dan Mojokerto kecamatan Kragan. Bahkan tercatat sudah melampaui 8.500 ekor. Pasca penetapan tersebut, bibit sapi PO dinyatakan bebas dari berbagai penyakit berbahaya.

Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, Suratmin menuturkan di kabupaten Kebumen, seekor sapi yang telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Pertanian mampu laku antara Rp 25 – 30 juta. Padahal kalau sapi PO biasa non sertifikasi, harganya berkisar Rp 10 – 12 juta. Dengan harga jual tinggi, maka secara otomatis pendapatan peternak akan ikut bertambah.

“Kesehatan sapi sudah terjamin, kalau mau dikirim keluar daerah juga lebih aman. Muda – mudahan kepercayaan konsumen juga meningkat. Ini akan menjadi trend positif bagi sektor peternakan di kabupaten Rembang. Sementara kecamatan Kragan dulu yang jadi proyek percontohan, “ jelasnya.

Suratmin menambahkan kabupaten Rembang menjadi kabupaten kedua, setelah kabupaten Kebumen yang lebih dulu merupakan wilayah sumber bibit sapi PO di provinsi Jawa Tengah. Sedangkan ketika jambore peternakan di Cibubur bulan September lalu, selain kabupaten Rembang, Buleleng turut ditetapkan sebagai sumber bibit sapi Bali, Nusa Tenggara Barat ditetapkan menjadi daerah bebas dari penyakit anjing gila dan yang terakhir pulau Nusa Dua Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Dua Lembongan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali diumumkan sebagai wilayah bebas dari penyakit Septicaemia Epizootica pada sapi Bali. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. kaos promosi murah

    Ternak jaman kecil saya disebut raja kaya, adalah aset yang bagus untuk keluarga. Sertifikat saya rasa program yang baik agar rakyat mau memelihara sapi lagi

    konveksi baju anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *