Flash News
No posts found

Jelang Play Off : Bisa Tambah Pemain, PSIR Pantau Pelamar

Logo Liga 2 PSSI.

Logo Liga 2 PSSI.

Rembang – PSIR Rembang masih memungkinkan menambah pemain untuk ikut berlaga dalam babak play off di Stadion Gelora Sidoharjo, Jawa Timur, sebagai ajang penentuan tetap bertahan di Liga 2 atau terdegradasi.

Sekretaris PSIR Rembang, Budi Suharto menjelaskan komposisi pemain yang akan dibawa ke Sidoharjo awalnya hanya 18 orang. Tapi karena ada beberapa kebutuhan perlu diperkuat, sehingga saat ini pelatih melakukan pantauan terhadap 2 pemain pelamar yang ikut seleksi di Stadion Krida Rembang. Keduanya pernah merumput di Pontianak, Kalimantan Timur dan PSBK Blitar, Jawa Timur.

Menurutnya, manajemen tidak bisa menambah terlalu banyak pemain, karena mempertimbangkan penghematan anggaran. Ia berharap dengan komposisi yang ada, pemain mampu berjuang habis – habisan, sehingga PSIR dapat bertahan di Liga 2. Apalagi yang diambil hanya 1 juara group dan runner up terbaik.

“Kualitas 2 pemain ini masih terus dipantau oleh pelatih kepala, Uston Nawawi. Layak tidaknya ikut bergabung, semua tergantung pelatih. Khusus yang dari Pontianak itu, menempati posisi striker, sedangkan dari Blitar posisi tengah. Kalau kuota sich 30 pemain. Tapi kita nggak bisa nambah banyak – banyak, lantaran faktor keterbatasan anggaran. Do’akan saja bisa bertahan di Liga 2, kita harus selalu optimis, “ tuturnya.

Budi Suharto menimpali para pemain PSIR Rembang rencananya akan berangkat ke Sidoharjo, Jawa Timur, Senin (09/10) pukul 07.00 WIB. Mereka untuk sementara akan menetap di Sidoharjo, sampai babak play off selesai. Kebetulan pelatih PSIR, Uston Nawawi tinggal di Sidoharjo, sehingga kebutuhan penginapan dan tempat latihan tidak ada masalah. Untuk laga perdana, PSIR Rembang akan meladeni tim Yahukimo Papua, tanggal 11 Oktober mendatang.

“Karena pak Uston tinggal di Sidoharyo, ya persiapan tempat dan sarana latihan sudah beres. Setelah main dengan Yahukimo, anak – anak Rembang giliran menghadapi PS Timah Bangka Belitung dan terakhir melawan Persik Kediri, “ imbuh mantan pemain PSIR era perserikatan ini.

Sementara itu, seorang suporter PSIR dari Lasem, Rofiudin menyatakan babak play off ibarat hidup matinya PSIR. Kalau sampai tergelincir ke kasta di bawah Liga 2, untuk kembali lagi masuk Liga 2, susahnya bukan main. Maka kesempatan kali ini harus benar – benar dimanfaatkan Laskar Dampo Awang, dengan menyapu bersih semua lawannya.

“Contoh paling dekat Persiku Kudus, dengan kemampuan sumber daya pabrik cukup banyak, nyatanya mereka susah untuk naik lagi ke Liga 2. Kami ingin kesempatan ini dioptimalkan PSIR, jangan sampai bernasib sama. Minimal bermain di Liga 2, memberikan suntikan semangat bagi suporter, “ tandasnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *