Flash News
No posts found

Oknum Aparat Digropyok Warga, Kasusnya Akan Dilimpahkan Subdenpom

Oknum anggota TNI yang sempat diamankan warga desa Lodan Wetan kecamatan Sarang.

Oknum anggota TNI yang sempat diamankan warga desa Lodan Wetan kecamatan Sarang.

Sarang – Seorang oknum anggota TNI diamankan warga desa Lodan Wetan kecamatan Sarang, karena kepergok berada di dalam rumah wanita yang merupakan isteri anggota polisi. Saat kejadian, anggota polisi tersebut kebetulan tengah piket malam.

Menurut informasi yang dikumpulkan Reporter R2B, awal mulanya ada warga desa Lodan Wetan mengetahui seorang pria masuk ke dalam rumah YN (31 tahun) Jum’at malam (06/10) sekira pukul 20.00 WIB. Padahal suami YN, Bripka S tengah melaksanakan piket di Polsek Sarang.

Warga akhirnya menelfon Bripka S untuk pulang. Pukul 22.00 lebih, Bripka S datang. Ia bersama – sama warga menggrebek ke dalam rumah. Pintu dibuka oleh sang isteri, sedangkan di dalamnya ada pria berusia 36 tahun, belakangan diketahui sebagai oknum anggota TNI, berinisial AR. Warga menduga yang bersangkutan terlibat tindak asusila dengan YN. AR sempat dipukul oleh warga yang merasa emosi. Untuk menghindari amukan massa semakin meluas, pria berpangkat Sersan Dua itu, langsung dibawa menuju Mapolsek Sarang.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Darmawan Setyadi ketika dikonfirmasi Senin siang menuturkan pihaknya masih meminta keterangan Serda AR.

“Apabila selesai, berkas akan langsung dilimpahkan ke Sub Detasemen Polisi Militer. Mengenai sanksi, tinggal menunggu proses lebih lanjut, “ jelasnya.

Sementara itu, YN yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara di SD N Lodan Kulon kecamatan Sarang, tidak masuk mengajar di sekolahnya, hari Senin (09/10). Kepala SD N Lodan Kulon, Hastono saat kami konfirmasi menjelaskan suami YN, Bripka S sudah meminta izin kepada UPT Dinas Pendidikan kecamatan Sarang. Tapi menurutnya selama ini YN dikenal sebagai guru yang disiplin.

“Kalau dalam kedinasan ya baik – baik saja, mengajar juga baik kok. Ketika hari Sabtu lalu usai kejadian, jadwalnya dia ikut penataran, jadi di sekolah memang nggak ada orangnya. Khusus Senin ini tidak masuk, tapi suaminya sudah datang mengajukan izin. Ini kan ada masalah keluarga, sekolah nggak ikut campur terlalu jauh, “ ujarnya.

Hastono menambahkan pada Senin siang, dirinya dipanggil oleh Dinas Pendidikan, guna menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Ia pribadi belum mengetahui detail, karena belum mengklarifikasi YN secara langsung.

“Saya dipanggil Dinas Pendidikan Kab. Rembang. Saya belum tahu persis masalahnya, jadi nggak bisa komentar banyak mas, “ pungkasnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *