Flash News
No posts found

Tak Cocok Dengan Lirik Sebuah Lagu, Begini Cara Bupati Semangati Anak Yatim

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat bersama anak yatim di kecamatan Sarang, belum lama ini.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat bersama anak yatim di kecamatan Sarang, belum lama ini.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mempunyai cara khusus, untuk mendongkrak semangat anak yatim piatu.

Dalam sebuah kesempatan bertemu anak yatim di kecamatan Sarang, baru – baru ini, Abdul Hafidz mengaku sangat tidak cocok dengan lirik sebuah lagu yang menyebutkan anak yatim, malang nasibmu. Justru menurutnya, anak yatim adalah anak mulia dan berharga. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW juga anak yatim, tapi nyatanya menjadi suri tauladan bagi umat Islam di seluruh dunia.

“Anak yatim kok malang nasibe, piye kuwi, ya gak cocok. Anak yatim itu anak yang berharga, anak yatim yang punya nilai dan memang dipilih Allah SWT, untuk menjadi teladan. Dalam Alqur’an, anak yatim itu nggak boleh dimarahi, kok malah disebut malang nasibmu, “ ujarnya.

Abdul Hafidz menambahkan sebaik-baiknya rumah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim dan dirawat dengan baik. Tanpa bermaksud pamer, kebetulan di rumahnya sejak tahun 1985 lalu, selalu ada anak yatim. Ia percaya bahwa anak yatim mendatangkan berkah. Maka sering kali dirinya mengajak masyarakat bersama – sama peduli terhadap anak yatim. Harta yang dimiliki, supaya bisa disisihkan untuk disumbangkan kepada mereka.

“Rumah saya nggak begitu bagus, tapi ada anak yatimnya. Mbuh siji, mbuh loro, karena berkahnya anak yatim itu insyallah mendatangkan kesuksesan. Ketika ada orang punya hasil, jangan merasa punyanya sendiri. Pak Kades kalau panen 2 ton, itu nggak punyanya sendiri. Yang 2 kwintal itu punyae fakir miskin. Kalau diambil semua, kualat nanti. Jangan heran kalau padi siap panen, malamnya dihabiskan wereng. Kenapa ? karena jatahnya orang miskin diambil, “ imbuh Hafidz.

Lebih lanjut Hafidz mendorong pengelolaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di 14 kecamatan yang mencapai Rp 83 Miliar untuk terus dikembangkan. Kalau surplusnya semakin besar, maka bertambah pula dana yang diperbantukan kepada anak yatim maupun warga miskin. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *