Flash News
No posts found

Ketika Bupati Rembang Blak – Blakan Penyadapan HP Miliknya

Bupati Rembang, Abdul Hafidz (berpeci) terus mendorong birokrasi pemerintahan yang dipimpinnya agar lebih baik.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz (berpeci) terus mendorong birokrasi pemerintahan yang dipimpinnya agar lebih baik

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui HP miliknya sudah disadap sejak lama oleh aparat penegak hukum. Ia menyatakan tidak masalah, karena hal itu justru menjadi semacam kontrol, agar dirinya jangan sampai kebablasan.

Abdul Hafidz blak – blakan seputar penyadapan telefon selular, dalam program talkshow Halo Bupati di Radio R2B Rembang, Kamis malam (12/10), sekaligus menanggapi banyaknya kepala daerah ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia merasa HP nya disadap, karena terdengar kode – kode khusus. Dugaannya semakin kuat, ketika Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung pernah melakukan sebuah klarifikasi dan suaranya yang terekam dipertunjukkan kepadanya. Waktu itu, bukan karena ada pelanggaran pejabat Pemkab, melainkan untuk menelusuri oknum jaksa yang nakal.

Hafidz menegaskan sama sekali tak khawatir dengan penyadapan. Nyatanya sejak tahun 2003 lalu sampai sekarang, nomor HP nya tidak pernah berubah. Kalau ia sering bergonta – ganti nomor, justru rentan tidak terkendali dan menurutnya berbahaya.

“HP saya disadap sejak dulu ya tak biarkan saja. Ini salah satu agar terkendali, oh ya saya lagi disadap. Ketika HP disadap memang ada bedanya, kode – kode khusus itu nggap perlu saya ceritakan. Nomer saya untuk komunikasi ya itu, nggak perlu nambah HP. Kebetulan saya pernah didatangi Jamwas, untuk keperluan klarifikasi. Saya ditanya apakah suara yang terdengar suara saya, memang benar. Tapi kala itu Jamwas menyadap ternyata ingin menelusuri perilaku jaksa di daerah, “ jelasnya.

Sebelumnya, seorang pendengar, Karnawi mengaku mendukung kepemimpinan Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Ia tidak ingin sang kepala daerah terjerumus dalam pusaran kasus korupsi, sehingga harus berurusan dengan KPK. Karnawi turut mendo’akan Abdul Hafidz amanah sampai masa akhir jabatan tahun 2020 mendatang.

“Kalau liat tayangan TV, terus terang saya khawatir Bupati di daerah lain banyak ditangkap KPK. Semoga pak Bupati Rembang beserta jajarannya selamat. Lha yang ingin saya tanyakan gimana cara pak Bupati untuk menangkal, agar tidak berurusan sama KPK, “ kata Karnawi bertanya melalui sambungan telefon.

Bupati Rembang sendiri mengamini do’a dan harapan warga tersebut. Lebih lanjut ia membeberkan telah mengambil sejumlah langkah, agar birokrasi pemerintahan mampu menjalankan tugas sesuai prosedur dan tidak mudah tergoda KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Mulai sosialisasi pencegahan, hingga pemberian sanksi terhadap pegawai yang melanggar. Ia juga meminta bantuan masyarakat, sudi melapor apabila mengetahui jajarannya menyimpang. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. syarifuddin nisfuady,sh.

    Kalau Pak Bupati meminta bantuan masyarakat, sudi melapor apabila mengetahui jajarannya menyimpang, kemana melapornya pak ? , No Hp Bapak harusnya diberikan kepada Masyarakat , atau email khusus pelaporan masyarakat . dengan demikian Birokrasi yang Terbuka sangat disenanagi oleh masyarakat karena Bupatinya sudah terbuka lebih dahulu . ayo…pak Bupati, mana No Hp dan Emailnya………………, kami tunggu berita balasannya .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *