Flash News
No posts found

Sulit Cari Kerja, Penyandang Disabilitas Usulkan Pemberdayaan

Seorang penyandang disabilitas akan mengadu ke DPRD Rembang, belum lama ini.

Seorang penyandang disabilitas akan mengadu ke DPRD Rembang, belum lama ini

Rembang – Perwakilan penyandang disabilitas berharap Pemerintah Kabupaten Rembang lebih memperhatikan kaum disabilitas. Utamanya untuk pemberian modal usaha atau sarana kerja, sehingga mereka menjadi lebih berdaya.

Penyandang disabilitas dari dusun Demungan desa Jolotundo kecamatan Lasem, Edi Susanto mengatakan masalah tersebut, ketika program talkshow “Halo Bupati” di Radio R2B Rembang, Kamis malam (12/10). Ia mengaku sebagai tuna grahita ganda, mengalami kelainan fisik pada tangan kanan. Jangankan untuk menulis, memegang bolpoin saja kesulitan. Edi yang sekarang berusia 42 tahun ini sulit mencari pekerjaan. Dirinya kemudian mencoba budidaya ikan nila, untuk sekedar menyambung hidup.

Menurutnya, kondisi serupa banyak dialami oleh penyandang disabilitas lain di kabupaten Rembang. Kesulitan mendapatkan pekerjaan ibarat sebuah konsekuensi yang harus ditanggung akibat keterbatasan fisik. Maka, Pemerintah Kabupaten perlu hadir, untuk memberdayakan penyandang disabilitas, melalui usaha yang bisa dijalankan sesuai kemampuan masing – masing.

“Saya ini difabel ganda, sejak kecil. Di desa – desa orang melihat penyandang disabilitas hanya sebelah mata mas. Kedepan mohon untuk kaum disabilitas, diperhatikan. Seperti saya, mana ada perusahaan mau menerima. Sementara budidaya ikan nila, tapi masih taraf coba – coba. Penginnya sich butuh beberapa peralatan, supaya bisa melakukan pembibitan sendiri, “ ujar Edi.

Mendengar keluhan itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan kaum disabilitas termasuk menjadi perhatian Pemkab. Pihaknya mencari informasi apa yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas, melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Mulai minta kaki palsu, kursi roda maupun sarana untuk bekerja.

“Pak Edi, alamatnya sudah saya catat di Demungan, Jolotundo. Nanti panjenengan bisa koordinasi dengan desa untuk mengusulkan bantuan atau akan kami terjunkan tim dari Dinas Sosial, untuk datang ke rumah bapak. Saya juga sangat berharap, bapak nantinya memiliki kehidupan yang lebih baik, “ kata Hafidz.

Berdasarkan data terakhir Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), jumlah penyandang disabilitas se Kab. Rembang mencapai 4.989 orang, mulai anak – anak hingga dewasa. Rinciannya, penyandang disabilitas dewasa 4.482, anak dengan disabilitas fisik 255, anak disabilitas mental 144 dan anak disabilitas ganda 108. Namun angka itu memungkinkan bertambah, salah satunya karena faktor menjadi korban kecelakaan lalu lintas. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *